Punya 10 Tiang Penyangga, Bendungan Berusia 80 Tahun di Tangerang Ini Jadi Spot Wisata Unik

inNalar.com – Bendungan adalah infrastruktur yang digunakan untuk mengatur aliran air sungai dan dimanfaatkan untuk pengairan.

Selain terbuat dari konstruksi beton, umumnya bendungan memiliki tiang penyangga lebih dari satu tergantung kebutuhannya.

Hal inilah yang membuat unik bendungan yang berlokasi di Desa Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Banten.

Baca Juga: Gunakan 200 Juta, Desa di Kalimantan Barat Ini Manfaatkan Untuk Rehab Gedung Balai Desa, Untuk Apa?

Tiang penyangga bendungan ini terhitung sebanyak sepuluh buah, menjadikannya bernama Bendungan Pintu Air 10.

Bendungan ini dibangun pada tahun 1927 sebagai bentuk kebijakan Politik Balas Budi pemerintah Belanda.

Beroperasi sejak tahun 1932, bendungan ini masih berfungsi dengan baik sebagai pengendali aliran Sungai Cisadane.

Baca Juga: Unik, Ada Sebuah Pulau Tikus di Pesisir Pantai Bengkulu yang Wajib Kamu Datangi Saat Liburan Tiba

Keberadaan Sungai Cisadane sendiri berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Tangerang dan sekitarnya sebagai sumber air dan transportasi penting di masa lalu.

Selain berperan sebagai pembendung sungai untuk mengontrol ketinggian air dan mencegah banjir, bendungan ini juga berfungsi untuk irigasi.

Dengan tinggi 110 meter dan panjang 125 meter, bendungan ini memiliki sepuluh pintu dan lima mesin untuk membukanya.

Baca Juga: Tau Nggak Sih? Sungai Terpanjang di Pulau Sumatera Ternyata Ada di Kota Ini! Panjang Sungainya Sampai 800 Km

Diketahui, petugas dapat membuka dua pintu sekaligus saat debit air tinggi, namun bila debit air normal, cukup menggunakan satu pintu saja.

Saat ini, kondisi bendungan berada dalam keadaan normal dan pemeliharaan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Meski dibangun sebagai bendungan, tempat ini menjadi destinasi wisata yang menarik terutama pada sore hari dan malam hari.

Pemandangan matahari terbenam di Tangerang dapat dilihat melalui sela-sela pintu besar bendungan, memberikan spot foto cantik bagi pengunjung.

Saat malam hari, pintu-pintu bendungan akan bercahaya terang dan gemerlapan menerangi gelapnya Sungai Cisadane.

Terbuka selama 24 jam, bendungan yang berjarak 3 km dari Masjid Seribu Pintu ini tidak memungut biaya masuk untuk para pengunjung.***

Rekomendasi