Telan Dana Rp 174,5 Miliar, Jembatan Terpanjang ke-2 di Kalimantan Selatan Ini Berdampak Bagi Sungai Barito

inNalar.com – Kalimantan Selatan adalah salah satu daerah di Indonesia yang di dalam wilayahnya terbentang banyak sungai, baik kecil maupun besar.

Salah satu dari banyaknya sungai yang terkenal di Kalimantan Selatan adalah Sungai Barito.

Sungai terpanjang pertama di Kalimantan Selatan ini memiliki panjang 909 km dengan lebar sekitar 800 m dan membentang di 2 provinsi yaitu Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Termegah se-Riau! Bandara yang Terletak di Segitiga Emas Ini Punya Landasan Pacu Terpanjang se-Asia Tenggara

Dengan lebar sampai beratus-ratus meter tentunya membuat Sungai Barito sulit untuk dilalui tanpa menggunakan metode transportasi air seperti perahu atau feri.

Karena itu, tentunya pembangunan jembatan sangat diperlukan untuk memudahkan akses bagi masyarakat agar dapat menyeberangi Sungai Barito dengan mudah.

Salah satu akses jembatan tersebut adalah Jembatan Rumpiang.

Baca Juga: 175 Km dari Pekanbaru! Desa Purba di Riau Ini Raih Penghargaan ADWI 2023, Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Kuno?

Jembatan Rumpiang membentang di atas aliran Sungai Barito. Termasuk ke dalam wilayah kota Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Pembangunan jembatan ini dimulai pada tahun 2003 atau lebih tepatnya pada bulan Desember 2003.

Dalam pembangunannya, Jembatan Rumpiang menghabiskan dana baik dari APBN maupun APDB Kabupaten Barito Kuala dan Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan sebesar 174,5 miliar rupiah.

Baca Juga: Tak Kalah dari Suramadu, Jembatan Barito di Kalimantan Selatan Ini Habiskan Anggaran Sampai Rp98 Miliar

Jembatan ini diresmikan pada tanggal 25 April 2008. Peresmian tersebut dilakukan oleh presiden Republik Indonesia (RI) yang menjabat pada saat itu, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam pembangunannya, Jembatan Rumpiang memiliki tujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dari Kota Marabahan menuju ke Kota Banjarmasin dan sebaliknya.

Jembatan Rumpiang ini membentang sepanjang 753 m dengan bentang utamna sepanjang 200 m.

Selain untuk memperlancar arus lalu lintas, pembangunan Jembatan Rumpiang juga bertujuan untuk meingkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Jembatan Rumpiang juga termasuk ke dalam bagian dari pengembangan jalur darat di provinsi Kalimantan Selatan bagian barat yaitu ruas jalan Banjarmasin, Paminggir, dan Buntok.*** (Ralda Maya Runita)

Rekomendasi