

inNalar.com – Dalam rangka merealisasikan program ketahanan pangan dan air nasional, Pemprov Sulawesi Utara bersama Kementerian PUPR giat membangun beberapa bendungan raksasa di wilayahnya.
Sejauh ini, ada dua proyek pembangunan bendungan terbaru di Sulawesi Utara yang digarap oleh Kementerian PUPR.
Di antaranya yang sudah diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo ialah Bendungan Kuwil Kawangkoan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Adapun waduk yang satunya yang ialah Bendungan Lolak, berada di Desa Pindol, Kec Lolak, Kab Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Jika tidak ada halang merintang, diprediksi bulan Agustus mendatang Bendungan Lolak akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Bendungan Lolak telah dibangun sejak tahun 2015. Perjalanan panjang setelah penantian 13 tahun lamanya akhirnya bendungan Lolak sebentar lagi akan terwujud.
Baca Juga: Stadion Termegah di Jawa Timur Ini Habiskan Biaya Rp 500 Miliar, Lokasinya di Malang atau Surabaya?
Lokasi bendungan ini berjarak 210 kilo meter dari pusat Kota Manado. Keberadaannya amat sangat dibutuhkan demi keberlangsungan hidup warga sekitarnya.
Dengan adanya bendungan ini, diharapkan suplai air bersih masyarakat dapat terpenuhi hingga 500 liter per detik.
Selain itu, Bendungan terbesar di Sulawesi Utara ini juga dapat menghidupkan titik destinasi wisata baru bagi daerah Kab Bolaang Mongondow dan sekitarnya.
Adapun dengan spesifikasi daya tampung air Bendungan raksasa di Kab Bolaang Mongondow Sulawesi Utara ini diharapkan kebermanfaatannya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
Yaitu, dengan daya tampung air yang mampu mencapai 16,10 juta meter kubik dengan luas genangan airnya hingga 97,46 hektare, diharapkan aliran airnya nanti mampu mengairi area pesawahan seluas 2.214 hektare.
Selain itu, Bendungan terbesar di Sulawesi Utara ini juga diproyeksikan untuk menjalankan fungsi pembangkit tenaga listrik yang kapasitas produksinya sebesar 3,3 MW.
Segala manfaat yang diharapkan tersebut tentunya juga menggunakan anggaran yang tak sedikit.
Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, biaya konstruksi pembangunan bagian pertama sebesar Rp 830 miliar dan bagian kedua sebesar Rp 821 miliar.
Bendungan Lolak di Kab Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, kini telah banyak memiliki area unik yang bisa diakses oleh para pengunjung infrastruktur besar ini.
Tentu tidak hanya menikmati pemandangan air bendungan saja, perpaduan bukit besar dengan beberapa spot estetik yang disediakan pun menjadi destinasi wisata dengan berbagai pengalaman unik yang didapatkan.
Contohnya seperti area balkon menara pandang yang diperuntukkan bagi pengunjung untuk melihat barisan perbukitan ditambah dengan keraksasaan bendungan megah yang semakin cantik di sore hari.
Keunikan Patung Burung Rangkong yang juga turut memperindah area wisata bendungan di Kab Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, serta rumah adat unik dengan ornamen tangga raksasa berbentuk kepiting yang makin terlihat cantik jika dilihat dari atas.
Area taman hehijauan yang dihiasi dengan patung Tarsius juga menjadi pemandangan apik saat pengunjung nantinya berwisata di Bendungan Lolak di Kab Bolaang Mongondow Sulawesi Utara.***