

inNalar.com – Bagi sejumlah kaum muslim di Indonesia, berwisata sekaligus melakukan ibadah merupakan sebuah hal yang wajib namun mengasyikkan karena sembari menikmati waktu.
Banyak obyek wisata religi di Indonesia yang sangat terkenal seperti masjid Kubah Emas di kota Depok, masjid bersejarah seperti masjid agung Demak, lalu masjid agung Semarang yang terlihat seperti masjid di kota Madinah karena memiliki payung raksasa.
Namun, apakah ada obyek wisata religi di luar pulau jawa? Tentu saja ada dan beragam.
Baca Juga: Berjarak 44 Km dari Denpasar, Desa Unik di Pulau Bali Ini Simpan Segudang Upacara dan Ritual Adat
Terletak di pesisir barat pulau sumatera, kota Bengkulu memiliki beragam potensi wisata andalan yang unik, tak terkecuali obyek wisata religi.
Wisata religi di kota Bengkulu ini berupa bangunan masjid yang unik dan hanya akan dijumpai di kota ini.
Tidak seperti bangunan masjid pada umumnya, bangunan masjid di kota Bengkulu ini dapat membuat banuak orang terheran-heran karena tempat wisata berupa masjid ini berdiri tanpa atap.
Dilansir dari berbagai sumber, masjid unik tanpa atap ini pertama kali dibangun pada tahun 1941. Lalu, didirikan Kembali pada tahun 2014 dengan bentuk bangunan yang sama dan tidak ada tambahan ornament atau penambahan atap.
Selain itu, hal unik lainnya yang bisa menambah keunikan dari masjid ini adalah menurut cerita setempat salah satu pendirinya membangun surau ini karena sebuah mimpi.
Meskipun begitu, bangunan masjid ini cukup rapi dan bersih untuk digunakan saat beribadah.
Lokasi dari surau unik ini berada di Kawasan pantai panjang, kota Bengkulu. Atau lebih tepatnya tak jauh dari Taman Pantai Berkas.
Bangunan surau tanpa atap ini memiliki luas bangunan sebesar 4×6 meter, dengan dikelilingi oleh dinding rendah yang tingginya tak sampai 1 meter.
Selain itu, tempat ibadah ini diperkirakan dapat menampung sampai 15-25 jemaah untuk setiap waktu menjalankan ibadah.
Bangunan ini juga memiliki sisi artistik, karena di seluruh dinding yang mengelilinginya terlukiskan kaligrafi atau lafadz al-qur’an.
Lukisan kaligrafinya pun masih tradisional menggunakan tulisan tangan dengan beberapa tulisan berisi surat pendek, Al-Fatihah, ayat kursi, bahkan Asmaul Husna.
Tak hanya itu, terdapat sebuah sumur berbentuk bulat yang berisikan batuan kecil dengan kedalaman 10-15 cm. Sumur kecil ini biasanya dijadikan tempat untuk tayamum.
Masjid tanpa atap ini memanglah sebuah potensi wisata religi yang unik. Meskipun, tidak dilengkapi dengan atap dan hanya dikelilingi oleh dinding pendek, masjid ini ramai digunakan untuk beribadah warga sekitar***Bella Wulansari
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi