

inNalar.com – Jambi menyimpan banyak kenangan bersejarah yang tersebar di berbagai bangunan kota, termasuk di dalamnya tugu, jembatan, bangunan megah, dan masjid.
Mulai dari jejak sejarah Islam di bumi Jambi yang ditandai dengan adanya jembatan pedestrian termegah yang bersambung menuju menara Gentala Arasy, hingga jejak sejarah perjuangan rakyat Bumi Melayu ini dalam melawan penjajahan Belanda di masa lampau, yang ditandai pula dari berdiri kokohnya Tugu Juang Jambi.
Tugu Juang Jambi merupakan sebuah monumen kesayangan rakyat Jambi yang penuh akan makna dan pesan filosofis bagi generasi masa kini.
Setiap perayaat HUT Jambi, tugu ikonik Kota Jambi ini selalu menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat.
Pasalnya, banyak makna simbol dan pesan filosofis yang dapat dipelajari dari kemegahan dan kokohnya patung tugu perjuangan di Kota Jambi ini.
Tugu Juang Jambi bisa ditemukan di Jalan Hos Cokroaminoto no 4, Kec Telanaipura, Jambi.
Sosok lelaki bersenjata di atas tiang penyangga menjulang tinggi, dihiasi dengan warna kuning mentereng sangat mudah untuk dilihat siapapun dari kejauhan.
Pada tahun 2020, Pemkot Jambi menetapkan Tugu Juang Jambi menjadi salah satu list objek wisata bersejarah yang dimiliki oleh kotanya.
Tugu Juang Jambi mengandung makna perjuangan sekaligus menjadi pesan bagi kaum generasi terkini agar selalu mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa besar ini.
Adapun kisah perjuangan yang terkandung di dalam simbol tugu Juang Jambi ini mengarah pada peristiwa agresi militer Belanda II di kota ini pada tanggal 29 Desember 1949.
Pada tahun tersebut, meski Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya melalui pembacaam teks proklamasi Bapak Soekarno, tetapi ternyata penjajah Belanda masih memiliki ambisi besar terhadap tanah Jambi di tahun 1949 itu.
Sontak pertempuran sengit antara para pejuang dan kolonialis Belanda akhirnya pecah, hingga akhirnya banyak pejuang Jambi yang gugur dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa berdarah di Jambi tersebut kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perang Simpang Tiga Sipin.
Oleh karena itu, apabila diperhatikan secara mendalam pada bagian patungnya, terdapat patung dengan wujud lelaki yang sedang memegang senjata tradisional bambu runci.
Pose lelaki pada patung tugu Juang Jambi seolah menjadi pengingat agar generasi penerus kemerdekaan tanah Jambi dan Indonesia diharapkan selalu menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh para pejuang di masa lalu.
Jika pengunjung benar-benar memperhatikan tugunya dari dekat, maka akan terlihat pahatan berupa hambar yang mengisahkan perjalanan panjang pejuang Indonesia mengalahkan kolonialis Belanda.
Membanggakannya, sosok di balik terwujudnya patung ikon perjuangan rakyat Jambi ini dibuat oleh Sumardi.
Diketahui Sumardi membuat patung untuk Tugu Juang ini sejak tahun 1991 dan rampung dalam kurun waktu 2 tahun.
Dengan kemegahan patung ikonik ini, pemprov Jambi terus mengingatkan warganya untuk tetap mengingat perjuangan rakyat Jambi saat melawan kolonialis Belanda.
Generasi masa kini hendaknya melanjutkan nilai perjuangan para pejuang dahulu, karena perjuangan menuju Indonesia yang adil dan makmur masih terus menjadi perjuangan utama rakyat Jambi hingga kini.
Kini Tugu Juang Jambi tak hanya sekadar monumen yang berdiri sendiri di area taman hijau yang sepi.
Pada tahun 2017, Pemkot Jambi menganggarkan penataan ruang kota di sekitar monumen ikonik tersebut sebesar Rp 5,1 miliar.
Penambahan fasilitas air mancur dan area jogging track area, serta penataan taman hijau menjadi prioritas pemkot dalam rangka memelihara dan menjaga keasrian wilayah dimana Tugu Juang Jambi tertajak kokoh di atasnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi