Jangan Tolak Makanan yang Disuguhkan! Mitos Mengerikan di Kalimantan Selatan Ini Undang Bahaya Jika Dilanggar

inNalar.com – Kapuhunan adalah mitos yang terkenal luas di Provinsi Kalimantan Selatan.

Adanya mitos Kapuhunan di Kalimantan Selatan dikenal secara turun temurun oleh masyarakat wilayah Banjar.

Kapuhunan sendiri berasal dari kata “puhun” yang memiliki awalan ke- dan akhiran -an.

Baca Juga: Biayanya Rp 165 Triliun! Riau Siap Bangun Jembatan Termahal Sekaligus Terpanjang di Dunia?

Dalam bahasa Banjar, puhun memiliki arti yakni pohon. Namun, Kapuhunan memiliki arti yang sungguh berbeda.

Arti dari Kapuhunan adalah dapat celaka; dapat bencana.

Yang dapat diartikan jika kita mengindahkan tawaran orang lain, maka kita akan mendapat celaka.

Baca Juga: Tidak Hanya Candi, Perahu Kuno Berusia 700 Tahun Berhasil Ditemukan di Jambi, Penasaran Dimana?

Mitos Kapuhunan umumnya terkait dengan makanan atau minuman.

Seperti misalnya ada tetangga atau sanak keluarga yang menawari kita makan, namun, kita menolaknya karena terburu-buru, itu artinya kita sudah melanggar mitos Kapuhunan.

Akibatnya, kita bisa mendapat musibah dalam perjalanan kita.

Baca Juga: Termahal se-Indonesia, Bandara Seharga 100 Triliun Rupiah di Banten Ini Dibangun di Atas Pulau Buatan

Karena itu, sebaiknya kita memakan atau meminum makanan atau minuman yang ditawarkan walaupun hanya sedikit.

Kalau memang kita sedang kenyang, kita bisa hanya menyentuh makanan yang ditawarkan tanpa memakannya.

Hal tersebut dilakukan supaya kita tidak melanggar mitos Kapuhunan dan terhindar dari celaka.

Selain menawarkan makananan atau minuman, ternyata mitos Kapuhunan juga terkait dengan keinginan.

Misalnya kita ingin memakan sesuatu, misalnya roti, namun karena ada urusan yang harus segera di selesaikan, jadi kita menunda memakan roti yang kita mau.

Hal tersebut juga termasuk melanggar mitos Kapuhunan.

Lalu, bagaimana jika kita sudah melanggar mitos Kapuhunan dan kita mendapat musibah?

Musibah kecil seperti kaki terantuk batu dan terjatuh, maka sebaiknya kita segera melakukan sesuatu yang kita kehendaki sebelumnya, yaitu memakan roti.*** (Ralda Maya Runita)

Rekomendasi