

inNalar.com – Inilah bandara di Indonesia satu-satunya yang menebang bukit untuk perlintasan pesawat berada di daerah Sulawesi Selatan.
Diketahui bandara ini memiliki luas tanah hingga mencapai 2.000 m x 30 m untuk perlintasan pesawat, bahkan dari adanya bandara ini dapat memangkas waktu perjalan hingga sangat drastis.
Saat ini bandara Toraja yang berada di Tana Toraja Sulawesi Selatan dapat beroperasi hingga 1700 m, bandara ini juga dilengkapi dengan opron yang memiliki dimensi hingga 94,5 m x 67 m.
Kapasitas parking yang dimiliki oleh bandara ini yaitu 2 parkir stand yang digunakan untuk pesawat model ATR 72-500 per 600
Bandara ini memiliki nama Bandar Udara Toraja, dibangunnya bandara di Tana Toraja ini dapat membantu konektivitas dan mobilita.
Para pengunjung atau masyarakat yang yang berada di daerah Sulawesi Selatan khususnya masyarakat Toraja dapat pergi ke luar daerah dengan mudah.
Baca Juga: Biayanya Rp 165 Triliun! Riau Siap Bangun Jembatan Termahal Sekaligus Terpanjang di Dunia?
Menggunakan jalur udara untuk mempersingkat waktu dan juga jarak tempuh yang jauh ketika harus melewati perjalanan darat.
Dari Daerah Toraja menuju ke Makassar meskipun satu provinsi di Sulawesi Selatan jarak yang ditempuh menggunakan jalur darat membutuhkan waktu hingga 9 jam perjalanan.
Tetapi ketika menggunakan perjalanan melalui udara hanya menggunakan waktu 30 menit hingga 45 menit saja, pemangkasan waktu perjalanan sangat efisien dilakukan agar tidak terlalu lama di perjalanan.
Baca Juga: Tidak Hanya Candi, Perahu Kuno Berusia 700 Tahun Berhasil Ditemukan di Jambi, Penasaran Dimana?
Anggran dana yang dikeluarkan untuk membangung bandara di Toraja Sulawesi Selatan yaitu 390 miliar lebih karena harus memangkas 3 bukit sekaligus yang ada di Sulawesi Selatan agar bisa dilintasi oleh pesawat terbang.
Pembangunan bandara Toraja ini dilakukan pada 2011, pembangunannya sangat lama karena terdapat kendala sehingga pembangunan bandara tersebut harus diberhentikan.
Hingga pada tahun 2018 pembangunan bandara toraja ini mulai dilanjutkan untuk pengerjaan dan selesai pembangunan pada tahun 2020.
Perlu diketahui bahwa bandara ini memiliki terminal untuk para penumpang yang memiliki luas hingga 1.2 meter persegi, uniknya bangunna untuk terminal di bandara tersebut menggukan desain kearifan lokal.
Desain tersebut menggunakan bangunan yang memiliki bentuk seperti rumah adat Toraja yaitu bangunan rumah Tongkonan, rumah keluarga besar para masyarakat Toraja yang dikenal hingga mancanegara.
Bandara ini telah beroperasi sejak tahun 2020 tepatnya pada tanggal 4 September, dan pesawat yang pertama kali mendarat di bandara tersebut adalah pesawat milik dari maskapai perusahaan Wings Air.***