

inNalar.com – Bandara yang menjadi keberangkatan dan kedatangan dari pesawat umumnya dibangun di atas daratan.
Hal ini mungkin sedikit berbeda dengan bandara yang berada di Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, Bandar Udara Internasional APT Pranoto berlokasi di Sungai Siring.
Namun, Sungai Siring bukanlah sebuah sungai, melainkan nama sebuah kelurahan di Kota Samarinda, Kecamatan Samarinda Utara.
Bandara ini sendiri telah beroperasi sejak 24 Mei 2018 untuk menggantikan bandara lama yaitu Bandara Temindung.
Selain posisinya yang strategis, bandara ini menjadi penghubung penting Kalimantan Timur di mana juga menjadi gerbang untuk haji dan umroh warga sekitar.
Pada tahun 2019, bandara ini mendapat penghargaan bandara terbaik ketiga se-Indonesia oleh Kemenhub.
Memiliki luas 470 hektar, bandara ini juga memiliki fasilitas baik dengan 4 gerbang naik dan 4 gerbang jembatan jet.
Namun, karena pembangunan IKN di Kalimantan Timur nantinya, bandara ini pun akan direnovasi untuk menjadi akses utama menuju ibukota baru.
Diketahui, anggaran yang dikeluarkan mencapai 7,178 triliun Rupiah dengan tambahan 176 miliar untuk sektor pembangunan akses ke IKN.
Fasilitasnya yang melebihi dari kata memumpuni, membuat bandara baru di Samarinda ini menjadi bandar udara yang dapat menyaingi kota metropolitan lain.
Hal ini juga menjadikan Bandar Udara Internasional APT Pranoto menyaingi Bandara Internasional Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.
Meski Bandara APT Pranoto tidak dibangun di atas sungai, namun bandar udara ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan perekonomian di Kalimantan Timur.
Adapun kabar mengenai bandara yang dibangun di atas sungai berada di Kalimantan Utara, tepatnya Palangkaraya.
Namun, masih belum ada kejelasan pasti apakah proyek pembangunan bandara tersebut berjalan atau tidak.***