Jalan Tol di Surabaya Ini Dianggap Paling Rumit se-Indonesia, Pengendara Kerap Dibuat Salah Arah!

inNalar.com – Tol saat ini telah banyak dibangun di Indonesia. Akses jalan tol telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.

Banyak kemudahan yang didapat dari adanya pembangunan jalan tol. Seperti menghindari macet dan semakin cepat pula sampai ke tempat tujuan.

Beberapa tol telah dibangun di Indonesia. Tol Jagorawi menjadi jalan tol yang dibuka pertama kali di Indonesia pada tahun 1978.

Baca Juga: Berjarak 239 Km dari Gorontalo, Desa di Tengah Lautan Lepas Ini Sembunyikan Pesona Menarik Biota Laut

Kini telah banyak jalan tol yang beroperasi seperti Tol Trans-jawa, Tol Yogyakarta-Bawen, Tol Trans Sumatra, Tol Waru-Juanda, dan lainnya. 

Akan tetapi banyak juga yang mengalami kesulitan terhadap penggunaan jalan tol ini. Beberapa pengguna masih bingung terhadap rambu-rambu maupun arah pada tol. Salah satunya pada Jalan Tol Waru-Juanda yang dianggap membingungkan.

Jalan Tol Waru-Juanda merupakan salah satu jalan tol yang telah di Indonesia yang memiliki panjang 12,8 km. Tol ini menghubungkan antara kota Surabaya dan wilayah-wilayah lain di Jawa Timur.

Baca Juga: Lintasi Kawasan Hutan Tropis, Jembatan Tertinggi di Kep Sangihe Sulut ini Bangkitkan Memori ‘Kota Yang Hilang’

Jalan Tol ini telah dibangun sejak tahun 1996 dan selesai serta diresmikan tanggal 27 April 2008. Tol ini dikatakan sebagai Tol terumit Indonesia khususnya pada bagian interchange Waru.

Interchange ini berperan penting karena menghubungkan antara Tol Surabaya-Mojokerto, Surabaya-Gempol, dan dari Surabaya kota sendiri. Sehingga interchange ini menjadi sebuah kebutuhan dan akses utama di Surabaya.

Meskipun demikian, interchange yang besar sering membingungkan pengendara khususnya bagi yang pertama kali melaluinya. Tak sedikit pengendara yang salah mengambil arah sehingga harus keluar tol untuk berganti haluan.

Baca Juga: Indah Tapi Misterius, Pulau Eksotis Kep Talaud ini Ada Goa yang Simpan Ratusan Tengkorak Manusia

Selain interchange Waru, tol ini juga memiliki percabangan dan pintu keluar yang sedikit rumit. Sehingga hal tersebut memungkinkan pengendara untuk salah dalam memilih jalan.

Sebenarnya telah terdapat banyak rambu mengenai arah yang hendak dituju. Tetapi karena terdapat banyak sekali percabangan jalan menyebabkan banyak orang yang pertama kali melalui Tol Waru khususnya di interchange tersesat.

Selain jalan yang rumit, kondisi tol yang berada di interchange antara banyak wilayah menyebabkan volume kendaraan yang cukup besar baik dari mobil pribadi hingga truk-truk kontainer. Sehingga kondisi tol yang padat semakin memusingkan bagi pengendara yang baru pertama melaluinya.

Bahkan sekaligus menggunakan aplikasi seperti Google maps, masih cukup rumit dilalui pengendara . Sehingga tidak berlebihan apabila tol ini dijuluki tol terumit di Indonesia.*** (Irma Agustiana)

Rekomendasi