Biaya Pembangunannya Senilai Rp7,1 M! Pabrik Mangkrak di Jambi Ini Dana Operasionalnya Masih Dianggarkan?

inNalar.com – Di Kabupaten Muaro Jambi, terdapat sebuah pabrik pengolahan ikan patin yang terbengkalai.

Pabrik pengolahan ikan patin tersebut berlokasi di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Pabrik terbengkalai di Muaro Jambi ini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah mangkrak 9 tahun lamanya.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1906, Masjid di Kota Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Masa Perjuangan Sultan Thaha Melawan Belanda

Pabrik pengohalan ikan patin di Muaro Jambi tersebut dibangun untuk tercapainya mata rantai sektor hulu sampai ke hilir.

Gedung pabrik pengolahan ikan patin ini dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Jambi mencapai miliaran rupiah.

Biaya pembangunan pabrik pengolahan ikan patin di Muaro Jambi ini menelan dana sebesar Rp7,1 Miliar.

Baca Juga: 14 Km dari Surakarta, Ladang Tebu Seluas 17 ha di Boyolali Disulap Jadi Bandara Terbaik se-Jawa Tengah

Namun, sayangnya pabrik pengolahan ikan patin di Muaro Jambi ini harus terhenti.

Dilansir dari sumber terpercaya, alasan berhentinya pabrik pengolahan ikan patin ini karena pihak pengelola terhambat oleh mahalnya bahan baku ikan patin.

Hal tersebut membuat para investor mundur atau tidak menyanggupi biaya bahan baku ikan patin tersebut.

Baca Juga: Berjarak 20,5 Km dari Alun-alun Kediri, Terdapat Cerobong Asap Tertinggi di Indonesia! Tingginya Setara Monas

Selain itu kualitas ikan yang diolah ersebut belum memenuhi standar ekspor dan bahan baku ikan yang masih kalah saing.

Namun, siapa sangka pabrik yang telah mangkrak selama 9 tahun tersebut dana operasionalnya masih dianggarkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Usman Khalik selaku Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi.

Ia menyampaikan bahwa memang untuk pembangunannya pabrik ini menggunakan biaya APBN. Namun, untuk biaya operasionalnya menggunakan dana APBD Kabupaten Muaro Jambi.

Biaya pemeliharaan dan operasional pabrik tersebut masih berjalan meskipun pabrik tersebut berhenti beroperasi seperti biaya listrik dan penjagaan pabrik.

Untuk biaya operasiolan dan biaya pemeliharaan tersebut dianggarkan setiap tahunnya dan mencapai angka ratusan juta. Usman memperkirakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan pabrik bisa mencapai 70 juta hingga 300 juta.***

Rekomendasi