

inNalar.com – Pembangunan jalan yang menghabiskan dana cukup besar hingga mencapai miliaran digunakan untuk membangun jalan di area bandara Kalimantan Barat.
Proyek pembangunan jalan dilakukan dari Bandara Singkawang menuju ke Pemerintah Pusat Kalimantan barat.
Untuk pengoperasian bandara akan dilakukan pada tahun depan yaitu 2024 tepatnya pada awal bulan, bandara ini merupakan suatu kebanggaan yang dimiliki oleh daerah Kalimantan Barat.
Sehingga proses penyelesaiannya sangat dinantikan oleh masyarakat yang berada di Kalimantan Barat agar lebih mudah melakukan kunjungan ke luar daerah dengan mempersingkat waktu.
Bandara ini memiliki nama Bandara Singkawang yang terletak Kalimantan Barat, anggaran dana yang sangat besar yaitu 740 miliar digunakan untuk pembangunan akses jalan.
Jalan yang dibangun dari Pemerintah Pusat menuju Bandara ataupun sebaliknya secara resmi Pemerintah Kota Singkawang mengusulkan dana anggaran tersebut kepada pihak Bappenas.
Untuk pengajuan pembangunan proyek infrastruktur ini terdapat tiga tahap yaitu jalan sekitar memiliki luas hingga 50 meter dan juga memiliki panjang mencapai 10.115 meter.
Untuk melakukan pembebasan lahan tentunya juga merogoh kocek yang yang tinggi untuk membeli pekarangan atau lahan milik masyarakat yang berada di Singkawang.
Yang nantinya tanah tersebut akan dijadikan sebagai proyek pembangunan jalan dari bandara Singkawang menuju ke pemerintahan pusat.
Untuk pembebasan lahan menggunakan dana sebanyak 50 persen dari masyarakat dan masih terdapat 50 persen yang harus dibayarkan untuk pembebasan lahan tersebut.
Perlu diketahui bahwa pembangunan bandara Singkawang termasuk ke dalam RPJMN yang termasuk kedalam salah satu target dari proyek pembangunan 21 bandar baru yang berada di Indonesia.
Untuk memperlancar proyek pembangunan menggunakan kerjasama antara pemerintah dengan KPBU, untuk pematangan tahap awal diketahui bahwa pemerintah pusat telah menggelontorkan dana sebesar Rp 100 Miliar.
Landasan pacu untuk pesawat yang dimiliki oleh Bandara Singkawang adalah 1400 meter tetapi luas yang dimiliki bandara tersebut akan terus dilakukan perkembang agar bandara tersebut mampu melayani masyarakat dengan sangat baik.
Jalan akses menuju bandara Singkawang masih digunakan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil panen sawit.
Tetapi jika sudah proses pengaspalan maka jalan tersebut akan ditutup dan pemerintah akan mencarikan solusi jalur alternatif yang bisa dilintasi oleh masyarakat.***