

inNalar.com – Jembatan rangka baja “silayakh” di Aceh tenggara ini menghubungkan Kecamatan Bambel dengan Kecamatan Lawe Alas.
Pembangunan jembatan rangka baja menghabiskan dana sebesar 42,1 miliar.
Dilansir dari beberapa sumber, jembatan ini bisa menompang kendaraan dan bertahan hingga 10 tahun mendatang.
Baca Juga: Menelan Biaya Rp12 Triliun, Tanah Seluas 600 ha di Yogyakarta Ini Diubah Jadi Bandara Kelas Dunia
Adanya jembatan rangka baja ini memberikan kesan bagi masyarakat daerah pedalaman.
Karena sebelum pembangunan jembatan ini, warga pedalaman bisa menempuh jarak panjang dan waktu yang lama untuk menuju ke kecamatan Lawe Alas.
Jembatan rangka baja ini sudah merupakan impian warga sejak lama.
Dan kini saatnya jembatan itu terlihat sangat kokoh berdiri membentang di atas aliran sungai Alas.
Kehadiran jembatan ini juga memicu perekonomian warga setempat. Mudahnya menjangkau jarak yang jauh dengan waktu cepat.
Semenjak selesainya pembangunan jembatan ini, warga banyak berdatangan untuk menikmati suasana sore dengan melihat senja di sekitaran jembatan rangka baja.
Antusias warga sangat dalam, mereka nampak senang dan mencoba melintasi jembatan tersebut berkali-kali.
Selai mempermudah arus perekonomian warga sekitar, jembatan ini juga mampu mendongkrak kebutuhan ekonomi masyarakat perdalaman.
Bersumberkan dari beberapa sumber, dan pembangunan jembatan ini berasal dari APBA, APBN dan APBK Aceh Tenggara.
Dengan dana anggaran sebesar itu pemerintah setempat sudah meninjau bahwa spesifikasi dan perencanaan jembatan tersebut sesuai dengan alokasi dananya.
Impian masyarakat sekitar bisa mempunyai jembatan juga terealisasikan dengan baik.***