Masjid Unik di Lampung Ini Punya Meriam! Berdiri Sejak 1839 Sebelum Gunung Krakatau Meletus

inNalar.com – Bandar Lampung adalah ibukota provinsi Lampung dan berusia 341 tahun ini.

Tahukah kamu, terdapat salah satu masjid di Bandar Lampung yang unik dan menjadi salah satu yang tertua di provinsi Lampung.

Masjid di Bandar Lampung ini benrama masjid Jami Al-Anwar dan menjadi masjid bersejarah.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1906, Masjid di Kota Jambi Ini Jadi Saksi Bisu Masa Perjuangan Sultan Thaha Melawan Belanda

Masjid Jami Al-Anwar berlokasi di jalan Malahayati, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Masjid Jami Al-Anwar pertama kali dibangun oleh pendatang Suku Bugis yang berasal dari Sulawesi.

Masjid ini mulai berdiri pada tahun 1839 dan berusia lebih dari 180 tahun.

Baca Juga: 14 Km dari Surakarta, Ladang Tebu Seluas 17 ha di Boyolali Disulap Jadi Bandara Terbaik se-Jawa Tengah

Bahkan, Masjid Jami Al-Anwar ini telah berdiri sebelum gunung Krakatau meletus dan menewaskan puluhan ribu jiwa.

Sebagai informasi, Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 silam dan Masjid Jami Al-Anwar telah berdiri selama 44 tahun.

Awal mulanya, masjid ini berbentu surau yang diperuntukkan berkumpulnya para ulama dan masyarakat.

Baca Juga: Berjarak 20,5 Km dari Alun-alun Kediri, Terdapat Cerobong Asap Tertinggi di Indonesia! Tingginya Setara Monas

Pada saat itu, masjid ini hanya bisa menampung kurang lebih sekitar 300 hingga 400 jamaah saja.

Pada saat Gunung Krakatau meletus, setelahnya masjid ini direnovasi dan berubah menjadi sebuah masjid.

Masjid ini mengalami dua kali renovasi di tahun 1962 dan 1997 dan kini dapat menampung hingga 2000 jamaah.

Pada era penjajahan Belanda, masjid Jami Al-Anwar ini sangat berperan untuk berkumpul dan musyawarah oleh masyarakat untuk menyiapkan strategi perjuangan terhadap para penjajah.

Uniknya, di masjid ini terdapat sebuah meriam kecil yang terletak di bawah menara bagian depan masjid.

Meriam tersebut merupakan peninggalan pada masa perlawanan melawan penjajah kolonial Belanda.***

 

Rekomendasi