Panjangnya 75 KM, Tol Yogyakarta-Bawen Ini Miliki Terowongan dalam Gunung dan Tak akan Pangkas Pepohonan Lagi

 

inNalar.com – Seperti yang diketahui, terdapat pembangunan tol Yogyakarta – Bawen yang tengah digarap oleh pemerintah Indonesia.

Mungkin terdengar biasa. Namun, tol Yogyakarta – Bawen ini akan memiliki terowongan yang menembus bukit pegunungan.

Adapun jalan tol Yogyakarta – Bawen ini sebenarnya akan melintasi dua provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Tinggi Puncaknya 3.676 Meter, Gunung Berapi di Jawa Timur Ini Jadi yang Paling Berbahaya di Indonesia?

Dengan memiliki panjang 75,82 km, panjang dari jalur tersebut akan terbagi menjadi dua.

Pembagian jarak pada jalan tol tersebut adalah Yogyakarta dengan panjang 8,77 km, sedangkan Jawa Tengah dengan panjang 67,05 km.

Perlu diketahui, jika jalur yang membentang pada jalan tol Yogyakarta – Bawen ini haruslah melintasi pegunungan.

Baca Juga: Dananya Rp846 Miliar! Bendungan di Lampung Ini hingga Kini Belum Juga Diresmikan Meski Telah Rampung, Kenapa?

Meskipun melewati gunung, namun tidak akan ada pemotongan pepohonan pada bukit atau gunung yang dimaksud.

Berdasarkan penjelasan Menteri PUPR, ia tidak ingin lagi memotong pepohonan seperti yang telah terjadi selama pembangunan tol Semarang – Solo.

Karena hal tersebut, jalan yang akan dibuat adalah membangun terowongan, dimana jalur itu akan melewati perut pegunungan yang akan dilintasi.

Baca Juga: Bendungan Seluas 468 Ha di OKU Selatan Sumsel Ini Jadi Sumber Pembangkit Listrik Sebesar 4 x 10 MW?

Dengan adanya jalan tol Yogyakarta – Bawen, maka nantinya akan terhubung pula dengan tol Semarang – Solo.

Selain itu, akan mendukung pula pada kawasan industri di Ungaran – Bawen, dan mendukung pengembangan pariwisata Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar).

Seperti yang telah dijelaskan, salah satu fungsi dari adanya tol Yogyakarta – Bawen adalah mendukung sektor pariwisata.

Dikatakan jika jalan Tol Yogyakarta – Bawen adalah Segitiga Emas.

Alasannya, karena terdapat Kawasan wisata di jalur lintasan tersebut, seperti di Yogyakarta dengan Candi Ratu Boko, Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Jadi, Dengan pembuatan terowongan dengan melintasinya merupakan manfaat yang lebih baik.

Mengingat kembali jika di daerah Banaran terdapat pula tempat wisata, yang merupakan hutan kopi di daerah Sleman.

Berdasarkan Menteri PUPR, nantinya akan dibangun 2 terowongan yang menembus perut bukit pada jalan tol Yogyakarta – Bawen.

Meskipun begitu, selama melakukan pembangunan ruas jalan Tol Yogyakarta – Bawen, tantangan utamanya adalah bagaimana implementasi teknologi terowongan yang dibuat, serta turut perhatikan aspek-aspek lingkungan.***

Rekomendasi