

InNalar.com – Pembangunan bendungan yang ada di Sulawesi Selatan tentunya memiliki kegunaan sebagai irigasi pengairan yang berada di Kabupaten Gowa.
Bahkan bendungan ini memiliki julukan sebagai bendungan multifungsi yang telah diresmikan pada tahun 2021 di daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Peresmian bendungan ini dilakukan penandatanganan di atas prasasti, bendungan ini memiliki nama Bendungan Karalloe yang berada di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Nggak Cawe-Cawe Politik dengan Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto di Istana
Bendungan ini merupakan bendungan multifungsi yang berurutan kedua, untuk yang pertama adalah Bendungan Paselloreng.
Selain dijadikan sebagai irigasi pembangunan bendungan juga memiliki fungsi sebagai tampungan dari air banjir.
Dari adanya Bendungan Karalloe ini dapat menyediakan air untuk irigasi lahan pertanian yang berada di Kabupaten Jeneponto.
Sehingga para petani tidak mengalami kesulitan dan juga masalah pengairan di lahan sawah Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa dapat terus meningkatkan produksi panen padi dan palwija.
Bendungan ini mampu mengairi lahan sawah hingga 7.000 hektar lahan pertanian yang berada di Kabupaten Jeneponto, dan yang digelontorkan untuk memangun bendungan ini sebesar Rp1,27 triliun.
Irigasi dari Bendungan Karalloe memang sangatlah luas sehingga para petani dapat melakukan panen 2 kali lebih banyak sebelum ada pengairan dari bendungan ini.
Perlu diketahui bahwa Bendungan Karalloe yang berada di Sulawesi Selatan ini mampu mengendalikan banjir yang berasal dari hulu menuju hilir.
Diketahui bahwa Kabupaten Jeneponto pada tahun 2019 telah mengalami banjir sehingga dari adanya Bendungan Karalloe ini dapat mengurangi air banjir hingga 49%.
Peresmian Bendungan Karalloe yang ada di Sulawesi Selatan merupakan bendungan yang ke sembilan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi.
Kapasitas dari bendungan ini mampu menampung hingga 40,53 juta meter kubik dan memiliki luas genangan mencapai 248,50 hektar.
Untuk pembangunan proyen infrastruktur bendungan ini dibangun pada tahun 2013 dan pada tahun 2017 proyek pembangunan ini melakukan pembebasan lahan.
Selain sebagai irigasi dan pengendali banjir bendungan ini juga digunakan sebagai suplai air baku sebanyak 440 liter per detik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi