

InNalar.com – Infrastruktur bendungan dibangun tentunya untuk mencukupi kebutuhan air bagi seluruh penduduk, termasuk juga di wilayah Makassar Sulawesi Selatan.
Tempat penyaluran air ini memiliki nama bendungan Bili-Bili yang diabngun sejak tahun 1992, dana yang digunakan bersumber dari loan Jepang.
Ternyata bendungan ini mendapatkan suplai dan dari OECF Jepang dengan anggaran sebesar 400 miliar, dana tersebut sangatlah besar pada tahun 1992.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Nggak Cawe-Cawe Politik dengan Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto di Istana
Bendungan Bili-Bili yang ada di Sulawesi Selatan mulai ada pengembangan yaitu pada tahun 1997 tepatnya pada tanggal 27 November.
Perlu diketahui bahwa Bendungan Bili-Bili memiliki tampungan hingga 38740 Km2, dan mampu menampung kapasitas air mencapai 346 juta meter persegi.
Tinggi dari Bendungan Bili-Bili ini yaitu 73 meter dengan bangunna bendungan yang berada di sebelah kiri memiliki tinggi 42 meter
Luas potensial yang dimiliki oleh Bendungan Bili-Bili untuk pengairan memiliki luas hingga 23.690 hentar yang mmapu menagiri untuk daerah Bili-Bili seluas 2.360 hektar.
Pada daerah Kampili seluas 10.545 hektar dan daerah Bissua memiliki luas 10.785 hektar yang dimanfaatkan sebagai pengairan lahan agar tidak kering dan tandus.
Bahakan bendungan ini sering dijadikan sebagai obyek wisata dan para pengunjung yang sedang joging akan mampir kesana untuk menghilangkan penat dan juga melihat keindahan bendungan.
Ketika berada di Kota Makassar dan akan mengunjungi bendungan tersebut memiliki jarak hingga 30 km untuk pergi ke Kampung Bili-Bili yang berada di Kecamatan Parangloe Sulawesi Selatan.
Ketika musim kemarau sering melanda maka bendungan ini mampu mengalirkan air hingga 35 persen dari seluruh total kebutuhan para penduduk yang berada di Makassar.
Tenaga Pembangkit Listrik dan dihasilkan oleh Bendungan Bili-Bili ini yaitu 20,1 Mega Watt untuk pengoperasian bendungan ini dikelola oleh Pompengan – Jeneberang.
Perlindungan untuk tebing sungai pada bendungan ini memiliki panjang mencapai 200 meter, tahap pembangunan bendungan ini memiliki empat tahap.
Paket pertama pembangunan relokasi jalan jalan yang memiliki panjang 16, 2 km dan juga relokasi pad apipa air, tahap kedua pembangunan untuk terowongan dan juga pengelak.
Tahap ketiga pembangunan Cofferdam utama dan pada tahap terakhir yaitu keempat yaitu pembangunan pada Dam Control Office.***