

inNalar.com – Selain kaya akan sumber daya alam yang melimpah, Kalimantan Timur juga telah meningkatkan investasi mereka dalam sektor perkapalan.
Salah satu contohnya adalah kapal pesiar yang nantinya dapat digunakan penumpang untuk berlibur ke gugusan kepulauan indah Kaltim seperti Kepulauan Derawan.
Pembuatan kapal pesiar ini tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kalimantan Timur, apalagi saat kapal buatan anak bangsa mencetak rekor Asia Tenggara.
Dilansir inNalar.com dari kaltimprov.go.id, pemerintah Kalimantan Timur berhasil membuat kapal pesiar dengan tipe SWATH yang menjadi buatan pertama di Asia Tenggara.
SWATH adalah singkatan dari “Small Waterplane Area Twin Hull,” yaitu jenis kapal dengan dua lambung meruncing di bawah air.
Desain ini membuat kapal lebih stabil dan nyaman berlayar di perairan yang bergelombang, sehingga konstruksi dan biaya perawatannya menjadi lebih mahal daripada kapal biasa.
Kapal ini dikerjakan oleh 150 tenaga kerja Kalimantan Timur dan dibiayai oleh pengusaha Malaysia sebesar 28 miliar Rupiah.
Sedangkan, kapal ini sendiri dijual ke Maladewa dengan harga kurang lebih tiga kali lipat dari pembuatannya, yaitu 98 miliar Rupiah.
Pembuatannya pun tidak terlepas dari usaha Gubernur Kalimantan Timur yaitu Isran Noor yang memperjuangkannya agar dibuat di bantaran Sungai Mahakam.
Baca Juga: Panjangnya Mencapai 690 Meter, Terowongan di Jawa Timur Ini Menyimpan Sederet Fakta Mengejutkan
Dengan desain 4 lantai, kapal yang diberi nama SWATH Robin ini dipercaya aman untuk melakukan pelayaran dengan kecepatan tinggi.
Setiap lantainya pun memiliki fasilitas yang berbeda-beda, seperti lantai 1 yang memiliki 12 ruangan, terdiri dari ruang pijat, ruang elektrik, hingga ruang penetral air.
Selanjutnya, lantai 2 hanya memiliki 4 kamar penumpang yang dilengkapi dengan restoran beserta bar.
Lantai 3-nya digunakan untuk kamar penumpang utama serta tempat kemudi, dan memiliki rooftop di lantai 4.
Sebelumnya, pembuatan kapal ini sempat diminati oleh pengusaha dari negeri lain seperti China dan Malaysia, namun berhasil dibuat oleh Indonesia.
Kedepannya, pemerintah Kalimantan Timur berharap bahwa bisnis pembuatan kapal seperti ini bisa berlanjut sehingga dapat memajukan perekonomian dan membuat Indonesia dilirik oleh mata dunia.***