

inNalar.com – Masjid tertua di Manado Seulawesi Utara ini ternyata menjadi bukti adanya jejak Islam di kota yang terkenal dengan tingkat toleransi beragamanya yang tinggi.
Hingga kini masjid tertua di Manado ini masih bisa dijumpai oleh masyarakat, namanya Masjid Agung Awwal Fathul Mubien.
Masjid Agung Awwal Fathul Mubien berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kel Islam, Kec Tuminting, Manado, Sulawesi Utara.
Tak ada yang menyangka dengan kemegahan masjid tersebut yang nampak masih bersinar hingga kini, rupanya dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.
Lebih tepatnya, pada tahun 1770 masjid ini merupakan tempat peribadatan pertama umat Islam di Manado.
Seiring berlalunya waktu, pemugaran bangunan masjid tertua di Manado ini dilakukan pertama kali pada tahun 1830.
Baca Juga: Dibangun Sejak 1992, Bendungan di Sulawesi Selatan Memiliki Potensi Irigasi Air Hingga 24.000 Hektar
Masjid ini dipugar menjadi lebih luas, yaitu dengan ukuran 8 x 8 meter.
Pemugaran masjid bersejarah di Sulawesi Utara yang kedua ini dilakukan pada tahun 1930.
Tentu ukuran masjidnya menjadi lebih luas dari sebelumnya, yaitu sekitar 8 x 12 meter.
Hingga akhirnya masjid Agung Awwal Fathul Mubien ini memiliki luas mencapai 26 x 26 meter di tahun 1967 hingga 1995.
Pada dasarnya pemugaran pada masjid bersejarah di Sulawesi Utara ini masih terus dilakukan, tak hanya terbatas pada tahun – tahun tertentu saja.
Terbukti kemegahan masjid tertua di Manado ini nampak masih segar dengan desain arsitekturnya yang terlihat dipengaruhi oleh gaya timur tengah.
Masjid pertama di Manado Sulawesi Utara ini nampak memiliki 1 kubah besar dan 2 kubah kecil.
Kemegahannya semakin terlihat dengan adanya empat tiang penyangga besar di depan 3 pintu masuk Masjid Agung Awwal fathul Mubien.
Bentuk jendela berteralis dan melengkung seolah menunjukkan keterkaitan sejarah para penduduk lokal dengan para pedagang Arab yang dahulu dikabarkan masuk ke tanah Menado.
Tak hanya berdagang, para pedagang Arab pun juga menyiarkan Islam di tanah Manado dan semakin turun-temurun melalui jalur pernikahan.
Hingga akhirnya ada salah satu kawasan yang dijuluki sebagai Kampung Islam atau Kampung Arab yang dihuni oleh penduduk muslim.
Maka tak heran pula jika nampak terlihat wajah-wajah campuran ke-Arab-an di antara penduduknya.
Meski muslim di Kota Manado merupakan penduduk minoritas, tetapi hingga kini masyarakatnya sangat rukun.
Itulah mengapa Manado sering dijuluki sebagai kota dengan penduduk yang memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi