Biayanya 1,6 Triliun, Proyek Pembangunan Jembatan di Kalimantan Barat Ini Punya Multiplier Effects, Apa Saja?

inNalar.com – Tidak terduga Kalimantan Barat akan melakukan perencanaan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan daya saing.

Bahkan pada tahun 2019 Indonesia menduduki peringkat ke-32 IMD World Competitiveness Centre yang diselenggarakan oleh negara Swiss.

Wilayah Kalimantan Barat merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa sehingga provinsi ini memiliki potensi strategis yang berada di Indonesia.

Baca Juga: Panjangnya 95 KM, Inilah Jalan Tol Penghubung Bumi Raflesia yang Habiskan 4,5 Triliun 

Perlu diketahui bahwa Kalimantan Barat merupakan Provinsi terbesar nomor 4 di Indonesia, Kalimantan Barat merupakan wilayah yang berada di perbatasan dengan negara tetangga Sarawak Malaysia.

Pembangunan jembatan ini memiliki peran Multiplier Effects yang memiliki potensi dan juga wilayah yang strategis sebagai peningkatan perekonomian di daerah Kalimantan Barat.

Jembatan yang dibangun ini memiliki nama Jembatan Kapuas III bahkan jembatan ini digadang-gadang sebagai jembatan terpanjang di Indonesia menempati urutan ketiga.

 Baca Juga: Menjadi Saksi Kejayaan Kesultanan Banten, Kini Keraton di Serang Ini Hanya Menyisahkan Puing-puing

Rencana pembangunan proyek Jembatan Kapuas III memiliki fungsi sebagai pengurang beban Jembatan Kapuas I yang berada di Kalimantan Barat.

Selain dapat membantu mengurangi beban Jembatan Kapuas I tentunya Jembatan Kapuas III juga memiliki fungsi sebagai pelancar operasional Pelabuhan Kijing.

Dana anggaran yang digelontorkan untuk membangun Jembatan Kapuas III memiliki angka yang fantastis dan cukup besar yaitu Rp 1,4 triliun.

 Baca Juga: 2 Jembatan 140 Miliar di Maluku Mangkrak, Pemerintah Langsung Putus Kontrak dan Masuk dalam Blacklist?

Adapun untuk pembebasan lahan yang dianggarkan untuk membuat Jembatan Kapuas III mencapai Rp 200 miliar lebih, jadi total yang dibutuhkan untuk proses perencanaan pembangunan infrastruktur jembatan ini mencapai Rp 1,6 triliun.

Tidak hanya itu proyek pembangunan yang membutuhkan dana yang sangat besar tentunya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memiliki opsi sebagai jalan alternatif. 

Sumber dana alternatif yang masuk kedalam perencanaan untuk keberhasilan pembangunan jembatan ada tiga yaitu melakukan pinjaman, didukung dengan penghematan dana yang dikeluarkan untuk belanja daerah serta penjualan aset daerah Kalimantan Barat idle.

Sebelum melakukan peminjaman yang digunakan untuk proyek pembangunan jembatan tentunya harus memenuhi kriteria terlebih dahulu seperti yang tercatat pada PP 107 tahun 2000.

PP tersebut memiliki penjelasan mengenai pinjaman yang dilakukan oleh daerah harus meminta izin terlebih dahulu dan mendapatkan persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau meminta persetujuan kepada Menteri Keuangan.

Tentunya pinjaman yang dilakukan akan menimbulkan beban bunga yang sangat besar sehingga perlunya perencanaan secara matang-matang.***

Rekomendasi