Hasilkan 8 Ton Emas, Tambang di Jawa Timur Ini Bisa Untung hingga 5 Miliar Tiap Tahunnya, Saingi Freeport?

InNalar.com – Saat mendengar tentang tambang emas, orang-orang mungkin akan berfikir tentang freeport yang ada di Papua.

Akan tetapi, tak perlu jauh-jauh. Karena sebenarnya di Jawa Timur saja juga terdapat tambang emas.

Bahkan diketahui jika tambang emas di Jawa Timur itu saja di tahun 2019 sudah memiliki 2300 pekerja.

Baca Juga: Habiskan Anggaran Senilai Rp126 Miliar! Terminal Baru di Bandara Jambi Ini Miliki Luas Hingga 61.500 m2

Selain itu, emas yang didapatkan dari tambang di Jawa Timur ini juga cukup melimpah.

Dilansir Innalar.com dari situs resmi beacukai.go.id, perusahaan yang mengelola tambang emas di Jawa Timur itu adalah PT Bumi Suksesindo (BSI).

Pada tahun 2012, BSI memperoleh Izin Usaha Pertambangan Operasi dan Produksi pada lahan seluas 4.998 hektar.

Baca Juga: Hanya Buka 2 Kali dalam Sebulan, Pasar Tradisional Unik di Jawa Timur Ini Usung Produk dari UMKM Lokal

Walaupun dari 4.998 hektar yang dimiliki, BSI hanya mengambil sebanyak 992 hektar yang digunakan dalam operasi tambang.

Akan tetapi, diketahui jika tambang emas di Jawa Timur tersebut awalnya mampu menghasilkan hingga 4 ton dalam waktu satu tahun.

Tidak berhenti disitu saja, sejak tahun 2019, tambang emas itu bahkan hingga dinaikkan kapasitas operasinya menjadi 8 ton per tahun.

Baca Juga: Berada di Ketinggian 1229 Mdpl, Air Danau di Kerinci Provinsi Jambi Ini Dapat Mengeluarkan Cahaya Terang?

Adapun tambang emas di Jawa Timur tersebut terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Meskipun terletak di Banyuwangi, namun tambang emas itu justru dinamakan sebagai Tujuh Bukit Operation, atau lebih dikenal juga dengan sebutan Tumpang Pitu.

Alasan dari dinamakannya Tumpang Pitu, hal tersebut Karena saat dilihat dari utara, maka bukit tujuh ini akan terlihat layaknya tumpeng ke-7.

Selama pengelolaannya di Tumpang Pitu, PT BSI telah mampu menyumbang pada penerimaan negara dalam sektor Bea Masuk sebesar Rp. 4,983 milyar, sedangkan perusahaan ini Bergabung pada stakeholder Bea Cukai Banyuwangi bermula di tahun 2019.

Ditambah lagi, PT BSI juga memberikan kontribusi pada PDRI sebesar Rp. 31.809,447 milyar.

Diketahui jika PT BSI telah melakukan impor alat-alat pertambangan semenjak bulan Juli 2019.

Berdasarkan hal-hal tersebutlah menjadikan Bea Cukai Banyuwangi sukses dalam melampaui target penerimaan yang telah ditetapkan, bahkan hingga mencapai sebesar 675,3%. ***

Rekomendasi