Dananya Rp 520 Miliar, Bandara di Kalimantan Barat Ini Dianggap Sudah Tidak Layak, Bukan di Pontianak tapi…

inNalar.com – Berada di Kota Ketapang Kalimantan Barat bandara ini sudah usang dan dan tidak layak lagi untuk beroperasi.

Sehingga rekolasipun dilakukan untuk memperbaiki bangunna bandara yang sudah tidak layak untuk dihuni.

Uniknya bandara ini memiliki nama yang diambil dari orang sintang yaitu Tembelian yang memiliki arti kayu besi.

Baca Juga: Berada di Ketinggian 1229 Mdpl, Air Danau di Kerinci Provinsi Jambi Ini Dapat Mengeluarkan Cahaya Terang? 

Bandara ini memiliki nama Bandar Udara Tebelian Sintang yang dibangun pada tahun 2011 dengan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 518 miliar.

Relokasi tentunya sangat diperlukan apalagi dengan kondisi Bandar Udara Tebelian Sintang Kalimantan Barat yang sudah tidak layak untuk dihuni lagi.

Panjang landasan yang dimiliki oleh bandara ini yaitu 1.800 km dan diketahui bahkan panjang tersebut masih bisa di kembangkan lagi.

Baca Juga: Rawa dan Sawah Seluas 454 ha di Kemayoran Ini Jadi Saksi Bisu Proyek Bandara Pertama di Indonesia 

Hingga mencapai 2.200 km dari adanya hal tersebut mampu mendaratkan boeing baru 737, luas lahan yang digunakan untuk bandara ini yaitu 153 hektar.

Serta memiliki sebuah rencana induk atau disebut dengan master plan untuk mendukung pada sektor perekonomian Kalimantan Barat.

Jumlah penumpang yang ditampung di Bandar Udara Tebelian Sintang Kalimantan Barat mencapai 75.000 penumpang per tahunnya.

 Baca Juga: 5 Peringkat Universitas Terbaik di Banten, Ternyata Hampir Semuanya Lembaga Pendidikan Islam, Adakah Kampusmu?

Di era kompetisi yang sengit seiring berkembangnya zaman yang didukung dengan banyaknya bandara megah yang berada di daerah-daerah lainnya.

Membuat Bandar Udara Tebelian Sintang harus bertindak dan bergerak cepat untuk kelancaran konektivitas.

Diketahui pada tahun 2021 investasi di luar pulau jawa semakin meningkat sehingga dapat membantu peningkatan sektor perekonomian.

Bandara susilo yang yang sudah tidak layak untuk dihuni lagi sehingga perlunya sebuah relokasi baru dan dibangun baru bandara tersebut.

Pertumbuhan perekonomian tentunya sangat diperlukan oleh berbagai daerah salah satunya Kalimantan Barat.

Perekonomian yang maju tentunya harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang maju juga untuk menarik perhatian oleh masyarakat dari berbagai daerah.***

Rekomendasi