

inNalar.com – Terdapat ratusan bandara internasional maupun domestik yang tersebar di seluruh penjuru negara Indonesia.
Dari ratusan bandara yang tersebar di Indonesia, terdapat beberapa bandara yang memiliki desain bangunan yang unik dan menarik.
Salah satunya yaitu bandara yang berada di Kalimantan Tengah yang desain bangunannya terinspirasi dari bentuk paruh burung Enggang.
Baca Juga: Rawa dan Sawah Seluas 454 ha di Kemayoran Ini Jadi Saksi Bisu Proyek Bandara Pertama di Indonesia
Lokasi dari bandara tersebut berada di Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurut sumber informasi, bandara ini dibangun dengan dana APBN yang menelan biaya sebesar Rp 700 miliar.
Selain itu bandara ini juga memakan waktu pembangunan selama kurang lebih 4,5 tahun.
Baca Juga: Dananya 300 M! Kawasan Hutan Lindung Seluas 40 ha di Gorontalo Bakal Disulap Jadi Bandara Megah
Luas lahan yang diperlukan untuk membangun bandara ini seluas 29.124 meter persegi.
Lebih lanjut, dari informasi yang diambil dari laman web kalteng.go.id, bandara ini mampu melayani sebanyak 2.200 penumpang setiap harinya.
Sebelum berganti nama, bandara ini telah berdiri sejak tanggal 1 Mei 1958 dengan nama Pelabuhan Udara Panarung.
Bandara ini disebut-sebut sebagai bandara terbesar di Kalimantan Tengah, dan kabarnya bandara ini telah diusulkan menjadi bandara internasional.
Bandara yang dimaksud dari beberapa penjelasan di atas adalah Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Pemilik dari bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya adalah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).
Sedangkan, bandara terbesar di Kalimantan Tengah tersebut operasionalnya dikelola oleh PT Angkasa Pura II.
Desain bangunan dari bandara tersebut memiliki atap bewarna putih yang terinspirasi dari paruh burung Enggang.
Burung Enggang merupakan burung endemik yang terdapat di daerah Kalimantan Tengah yang melambangkan penguasa alam.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi