

inNalar.com – Jambi merupakan nama sebuah kota sekaligus provinsi yang terletak di Pulau Sumatera.
Kota Jambi terdapat berbagai macam hal menarik yang bisa dikulik lebih dalam baik infrastrukturnya maupun kebudayaannya.
Kota Jambi juga ada sebuah menara jam yang sangat ikonik dan banyak masyarakat sekitar yang mengunjunginya.
Menara jam tersebut bernama menara Gentala Arasy yang menjulang setinggi 80 meter.
Berbicara mengenai sejarah penamaan menara ini, Nama Gentala Arasy didapat dari tiga kata yakni Genta, Tala, dan Arasy.
Arti dari Genta yaitu suara, Tala berarti keselarasan, dan Arasy berarti menggema ke langit.
Jika digabungkan, makna dari Gentala Arasy adalah bunyi yang selaras dan menggema ke langit.
Dari menara ini biasanya terdengar bunyi dari lonceng yang menjadi pertanda waktu sholat fardhu bagi umat muslim di Kota Jambi.
Tak hanya itu, Gentala Arasy adalah akrnim dari Genah Tanah Lahir Abdurrahman Sayoeti.
Genah sendiri merupakan bahasa melayu yang berarti tempat, sedangkat Abdurrahman Sayoeti merupakan salah satu mantan Gubernur Provinsi Jambi.
Abdurrahman Sayoeti menjabat menjadi Gubernur Provinsi Jambi pada tahun 1989 hingga tahun 1999.
Menara Gentala Arasy dibanun pada tahun 2011 dan rampung pada tahun 2014.
Corak arsitektur menara ini unik karena khas budaya arab dan di dalam menara ini terdapat museum yang bisa menjadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, menara ini juga terhubung dengan jembatan pendestrian yang memiliki nama yang sama dengan menara ini.
Biaya pembangunan dari jembatan ini memakan biaya yang sangat fantastis yakni mencapai Rp88,7 Miliar.***