5 Fakta Menarik Pulau Miangas: Garda Terdepan Sulut, Fasih Bahasa Tagalog dan Jadi Rebutan Amerika-Belanda?

inNalar.com – Pulau Miangas merupakan bagian dari gugusan kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Banyak fakta menarik yang bisa diungkap dari mutiara tersembunyi di Pulau Miangas, Sulawesi Utara.

Untuk mengenal lebih dekat tentang Pulau Miangas, mari kita ungkap fakta menarik yang tersembunyi di balik surga tersembunyi di ujung utara Indonesia.

Baca Juga: Miliki 24 Jembatan, Jalan Tol Padang-Sicincin Ini Sampai Telan Dana 78 Triliun, Sebagus Apa Nantinya?

Beragam fakta menarik berikut ini akan menyingkap Pulau Miangas dari segala sisinya.

Berikut 5 fakta menarik Pulau Miangas yang belum banyak terungkap.

1. Dekat dengan Filipina

Baca Juga: Mega Proyek Terbesar Indonesia, Habiskan 572 Triliun dan Jadi Tol Sepanjang 2749 KM, Bisa Tebak?

Jarak antara Pulau Miangas dengan Filipina hanya sekitar 83 kilo meter.

Karena itulah Pulau Miangas sering disebut sebagai pulau terluar di Indonesia.

Selain itu, disebut pula menjadi pulau paling utara Indonesia sekaligus terujung di Sulawesi Utara.

Baca Juga: Melebihi 30.000 Kali Ledakan Hiroshima, Inilah Gunung Selat Sunda yang Buat Suhu Dunia Dingin 2 Tahun

Berada di ujung terluar Indonesia, membuat banyak dari masyarakat Indonesia belum banyak yang mengenal pulau ini.

Namun, sejak adanya kunjungan Bapak Presiden Joko Widodo ke Pulau Miangas pada tanggal 19 Oktober 2016 nama pulau mungil di Kepulauan Talaud ini kian dikenal masyarakat Indonesia.

2. Hanya Punya Satu Desa

Luas wilayahnya yang terbilang mungil, yakni 3,15 kilo meter persegi membuat Pulau Miangas hanya memiliki 1 desa saja.

Berdasarkan data BPS tahun 2020, jumlah penduduk Pulau paling ujung di Sulawesi Utara ini hanya sekitar 810 jiwa.

Menariknya lagi, catatan rasio laki dan perempuan seimbang, yaitu perbandingannya antara 405 laki-laki dan 405 perempuan.

3. Pernah Diperebutkan Dua Negara

Catatan persengketaan Pulau Miangas oleh dua negara besar terekam dalam dokumen buku Sejarah Wilayah Perbatasan Miangas-Filipina 1928 – 2010: Dua Nama Satu Juragan.

Buku tersebut diterbitkan oleh Direktorat Geografi Sejarah, Ditjen Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI 2011.

Dijelaskan bahwa Pulau Miangas menjadi pulau persengketaan antara Amerika Serikat dan Belanda pada tahun 1928.

Max Huber, selaku arbitrator Mahkamah Internasional, telah memutuskan bahwa Pulau Miangas menjadi bagian dari wilayah Hindia-Belanda.

4. Penduduknya Berbicara 3 Bahasa

Dalam kesehariannya, penduduk Pulau Miangas berbicara dalam tiga bahasa.

Yaitu, bahasa Indonesia, Tagalog Filipina, dan bahasa daerah Miangas.

Kemampuan berbahasa Tagalog penduduk pulau ini diperuntukkan agar interaksi dagang dengan Filipina menjadi lebih mudah.

Banyak juga penduduk Pulau Miangas yang menikah dengan warga negara Filipina.

Hal inilah yang menjadi salah satu sebab mengapa para penduduk Miangas terbiasa menggunakan bahasa Tagalog, selain bahasa Indonesia.

5. Memiliki Keahlian yang Diwariskan Turun-Temurun

Sebagian besar penduduk Miangas berprofesi sebagai nelayan.

Kehidupan para penduduknya dengan laut seolah telah menjadi bagian satu sama lain.

Tak heran jika hingga kini potensi besar hasil perikanan Pulau Miangas juga membuatnya menjadi pulau yang diprioritaskan pembangunannya oleh Pemprov Sulawesi Utara.

Jika zaman sekarang setiap keluarga memiliki kendaraan mobil atau motor, berbeda halnya dengan penduduk Miangas setidaknya hingga akhir tahun 1960-an.

Setiap keluarga di Pulau Miangas ini memiliki kendaraan perahu layar dengan panjangnya sekitar 7 – 15 meter.

Tidak hanya berprofesi sebagai nelayan yang menangkap ikan, tetapi mereka juga memiliki keahlian yang turun temurun untuk membuat perahu dengan biaya yang murah.

Namun, sejak perekonomian Indonesia membaik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, penduduk Pulau Miangas mulai beralih ke kapal laut dan perahu bermotor.***

Rekomendasi