Dibangun 7 Tahun Lamanya, Jembatan Unik di Padang Ini Namanya Diambil dari Novel Klasik, Pernah Melewatinya?

InNalar.com – Salah satu jembatan yang menarik di Padang adalah jembatan Siti Nurbaya.

Seperti namanya, jembatan Siti Nurbaya sendiri memang diambil dari novel klasik karya Marah Rusli, yang berjudul sama dengan jalur penghubung itu.

Dibangun semenjak tahun 1995, jembatan Siti Nurbaya ini memakan waktu selama 7 tahun hingga pembangunannya selesai pada tahun 2002.

Baca Juga: Bukan di Surabaya, Inilah Rumah Sakit Terbaik di Jawa Timur yang Raih Penghargaan Internasional, Bisa Tebak?

Membentang sejauh 156 meter, jembatan Siti Nurbaya ini terletak di atas sungai Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat.

Selain itu, jalur penghubung ini juga akan menghubungkan kota tua Padang dengan tempat yang bernama Taman Siti Nurbaya di Gunung Padang.

Selama melakukan pembangunannya yang menghabiskan waktu kurang lebih 7 tahun, anggaran yang dikeluarkan untuk membangun jembatan ini adalah sebesar Rp. 19,8 miliar.

Baca Juga: Terindah di Sulawesi Utara, Pulau Tak Berpenghuni di Likupang Ini Suguhkan Pesona Warna Laut Kristal Tosca

Adapun anggaran tersebut didapat dari anggaran pemerintah daerah dan pemerintah pusat, serta dibantu oleh Asian Development Bank dan Overseas Economic Cooperation Fund.

Menariknya, saat melakukan peresmian jembatan di tahun 2002, dihadiri pula dengan pemeran drama Sitti Nurbaya HIM Novia Kolopaking, Damsyik, dan Gusti Randa.

Dilansir InNalar.com dari kanal Youtube Drone Andalas, jembatan ini merupakan jalur penghubung menuju gunung Padang, dimana dipercaya tempat tersebut adalah daerah Siti Nurbaya dimakamkan.

Baca Juga: Surga Kecil di Pulau Eksotis Kalimantan Barat Ini Ajak Wisatawan Nikmati Keindahan Bawah Laut, Ada Ikan Nemo?

Sekedar informasi, kisah dari Siti Nurbaya yang dahulu pernah ramai di dunia televisi adalah berkisah tentang kisah cinta yang tak sampai.

Dulunya, Novel Siti Nurbaya ini diterbitkan di tahun 1922.

Sedangkan novel tersebut diterbitkan oleh Balai Pustaka, yang kemudian menjadi novel yang sangat digemari.

Berdasarkan cerita dari laman kemendikbud, dulunya ada seorang wanita bernama Siti Nurbaya dan Samsul Bahri yang saling suka.

Dikarenakan Samsul Bahri saat beranjak dewasa harus sekolah dokter di Jakarta, maka ia harus pergi meninggalkan Siti Nurbaya.

Namun karena ayah Siti Nurbaya terlilit hutang, saat itu ia menikahkan anaknya, Siti nurbaya pada seorang laki-laki yang jahat.

Mendengar kabar itu, Samsul Bahri terkejut dan berniat untuk bunuh diri.

Namun ia mengurungkan niat itu dan justru menjadi tentara yang melawan pemberontak.

Dimana pemberontak itu adalah suami Siti Nurbaya, sekaligus pembunuh wanita tersebut.

Akhirnya, tokoh-tokoh itu telah meninggal semua, dan terdapat 5 makam yang ada di Gunung Padang.

Makam tersebut adalah kuburan Ayah Siti Nurbaya, kuburan Sitti Nurbaya, kuburan Samsul Bahri, kuburan ibu Samsul Bahri, dan kuburan ayah Samsul Bahri. ***

Rekomendasi