125 Km dari Balikpapan, Lahan Sungai Siring Seluas 300 Ha di Kaltim Dipugar Jadi Bandara Kelas Internasional

inNalar.com – Hampir seluruh proyek bandara di Indonesia memerlukan lahan yang tak sedikit, seperti halnya bandara di Samarinda, Kalimantan Timur ini.

Bandara di Samarinda Kalimantan Timur ini dibangun di atas lahan seluas 300 hektare.

Pembangunan bandara di Kalimantan Timur ini ditujukan untuk menggantikan operasional bandara lain yang dianggap sudah tidak dapat dikembangkan.

Baca Juga: Dananya Rp 43,22 Triliun, Tanah Seluas 300 ha di Jawa Barat Disulap Jadi Pelabuhan Terbesar se-Nusantara

Bandara di Kalimantan Timur yang dianggap sudah tidak dapat dikembangkan tersebut adalah Bandara Temindung.

Bandara ini berlokasi di Sungai Siring, Kota Samarinda Kalimantan Timur atau 125 km dari Balikpapan.

Menurut sejarah pembangunannya, ternyata ada 4 pilihan lokasi untuk proyek bandara di Samarinda Kalimantan Timur ini.

Baca Juga: Ada Sejak Masa Pleosen, Danau Purba di Sulawesi Selatan Ini Ternyata Pernah Dikelilingi oleh Grassland

Empat lokasi tersebut diketahui ada di Makroman, Loa Bakung, Pulau Atas, lalu yang terakhir adalah Sungai Siring.

Setelah mendiskusikan lokasi pembangunan bandara tersebut, akhirnya Gubernur Kalimantan Timur menjatuhkan pilihannya pada Sungai Siring.

Kemudian berlanjut ke pembebasan lahan di Sungai Siring Kalimantan Timur yang akan digunakan untuk proyek bandara internasional tersebut.

Baca Juga: Bukan di Bandung atau Bogor, Bandara Termegah di Jawa Barat Ini Telan Biaya Rp2,6 Triliun, Ada di Kota Mana?

Sekitar tahun 1995/1996, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk pembebasan lahan seluas 300 hektare di Sungai Siring itu.

Lebih lanjutnya, akhirnya bandara kelas internasional di Samarinda Kalimantan Timur tersebut dibuka pada tanggal 24 Mei 2018 lalu.

Bandara kelas internasional di Samarinda Kalimantan Timur yang dimaksud dari penjelasan di atas adalah Bandara internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.

Atau lebih singkatnya disebut bandara APT Pranoto ataupun nama lainnya Bandara Sungai Siring.

Dilansir dari laman web dephub.go.id, Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Selain itu, bersamaan dengan peresmian Bandara APT Pranoto tersebut Pemprov Kaltim melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama pengoperasian bandara tersebut dengan PT Angkasa Pura I.

Harapannya, jika bandara kelas internasional di Kalimantan Timur tersebut dikelola PT Angkasa Pura I, pengelolaannya akan lebih profesional dan tanpa penggunaan APBN.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]