Anggarannya 4,3 Triliun, Pembangunan Bandar Udara di Kalimantan Barat Ini Jadi Proyek Prioritas Indonesia

inNalar.com – Pembangunan Bandar Udara di Kalimantan Barat ini termasuk kedalam kategori proyek prioritas yang ada di indonesia. 

Diketahui bahwa pembangunan bandara udara di Kalimantan Barat ini pemerintah memberikan sebuah jaminan berupa bantuan terkait pengadaan lahan.

Bandara Udara ini memiliki nama Bandar Udara Singkawang yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat.

Baca Juga: Heboh! Jalan Tol Bawah Laut Seharga 3 Triliun Akan Dibangun di IKN Kalimantan Timur, Gandeng Investor Asing? 

Pembangunan infrastruktur tentunya memiliki tujuan yaitu mendorong peningkatan perekonomian daerah Singkawang yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat tersebut.

Dilansir dari Perkumpulan Ahli Profesional KPBU Indonesia pembangunan bandar udara di Kota Singkawang ini termasuk kedalam salah satu dari 21 pembangunan bandara prioritas Pemerintah Pusat.

Proyek pembangunan bandar udara di kota Singkawang ini termasuk kedalam rencana jangka menengah atau bisa disebut dengan RPJMN.

Baca Juga: Jaraknya 47 Km dari Banyuwangi, Kawasan di Jawa Timur Ini Sering Disebut Little Afrika, Bisa Tebak Namanya? 

Proyek pembangunan bandara udara di kota Singkawang Kalimantan Barat ini menghabiskan dana yang sangat besar hingga mencapai triliunan yaitu Rp 4,3 triliun.

Modal untuk pembangunan bandar udara sendiri mengeluarkan dana sebesar Rp 1,7 triliun, sedangkan untuk pengoperasian bandar udara di Kota Singkawang Kalimantan Barat sendiri yaitu Rp 2,6 triliun. 

Diketahui bahwa bandara udara tersebut akan difungsikan pada tahun 2024 yaitu pada tahun depan, tetapi sampai saat ini proyek pembangunan tersebut masih dalam tahap prakualifikasi.

Baca Juga: Terbaik di Surabaya, Inilah 3 Rumah Sakit dengan Fasilitas Lengkap dan Pelayanan Memuaskan! No 2 Raih Award 

Jadwal lelang diselenggarakan mulai dari bulan akhir yaitu bulan Desember tahun 2023 hingga bulan April tahun 2024.

Proyek pembangunan bandar udara di Kota Singkawang Kalimantan Barat ini terdapat sedikit keterlambatan dari rencana yang telah dibuat.

Nantinya para investor akan mendapatkan konsesi selama 32 tahun sehingga diharapkan para pihak swasta akan mendapatkan pendapatan dengan jumlah Rp 15,9 triliun. 

Pendapatan tersebut bersumber dari adanya sektor aeronautika, untuk sektor non aeronautika sebesar Rp 2,1 triliun.

Pendapat tersebut masuk kedalam rasio sebesar 12 persen dan rasio pengembalian yaitu 15 persen, diketahui pada bulan Juni tahun 2020 Bandar udara di Kalimantan Barat ini masih dalam tahap prakualifikasi.

Pada tahun 2020 tepatnya pada bulan oktober hingga bulan Maret 2021 adalah jadwal untuk pemberian proposal, dan pada tahun 2021 hingga 2023 dilakukan konstruksi pembangunan bandar udara di Kota Singkawang Kalimantan Barat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]