

inNalar.com – Sekali lagi, Jawa Timur akan segera memiliki jembatan gantung yang terbentang mencapai 80 meter dan terletak di Kabupaten Ponorogo.
Diketahui bahwa akan dibangun sebuah jembatan gantung yang menjadi pendongkrak bagi daerah Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.
Terdapat sebuah pondok pesantren besar di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo, yaitu pondok pesantren Gebang Tinatar.
Pondok pesantren Gebang Tinatar sendiri merupakan pesantren ternama yang didirikan oleh Kyai Ageng Muhammad Besari di Ponorogo, Jawa Timur.
Nama besar Kyai Ageng Muhammad Besari ini sudah sangat melegenda dan mendapat sebutan sebagai mahaguru para raja di Jawa Timur.
Untuk itu, dibangunnya sebuah jembatan gantung sepanjang 80 meter diharapkan dapat mendongkrak pesona Desa Tegalsari di Ponorogo yang sudah ternama.
Pembangunan jembatan gantung di Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo ini diketahui bernilai Rp 4 miliar.
Progres terkini dari pembangunan jembatan gantung di Ponorogo ini adalah sudah dilakukan proses peletakan batu pertama.
Proses peletakan batu pertama atau ground breaking dilakukan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko bersama dengan anggota Komisi V DPR RI yaitu Ali Mufti.
Peletakan batu pertama untuk pembangunan jembatan gantung senilai Rp 4 miliar dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2023.
Jembatan gantung di Kecamatan Jetis, Ponorogo senilai Rp 4 miliar ini akan dibangun sepanjang 80 meter dengan lebarnya adalah 2 meter.
Jembatan gantung yang akan dibangun sepanjang 80 meter tersebut memiliki nama yang sangat unik, yaitu Shiratal Mustaqim.
Diharapkan dengan adanya jembatan gantung Shiratal Mustaqim di Kecamatan Jetis, Ponorogo ini dapat menumbuhkan banyak UMKM.
Dengan tumbuhnya banyak UMKM, maka tingkat perekonomian masyarakat di sekitar juga akan naik dan menjadi lebih baik.
Tentunya kabar mengenai akan dibangunnya jembatan gantung di Ponorogo tersebut sangat dinanti oleh masyarakat.
Meskipun belum diketahui lebih lanjut mengenai progres pembangunan yang selanjutnya, diharapkan proses pembangunan jembatan gantung di Ponorogo, Jawa Timur berjalan dengan lancar.***