

inNalar.com – Tak banyak yang tahu jika di Malang Jawa Timur terdapat sebuah bandara tertua di Indonesia.
Bandara tertua di Indonesia itu, berjarak 13,4 kilometer dari Alun-alun Malang Jawa Timur.
Meskipun dinobatkan sebagai bandara tertua di Indonesia, tempat tersebut masih beroperasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat Malang Jawa Timur.
Baca Juga: Kebut Perbaikan JIS, PSSI Fokus Kejar Standar FIFA: Akses dan Rumput Stadion Jadi Sorotan
Bandara tertua di Indonesia yang ada di Malang Jawa Timur itu pun sudah pernah berganti nama sejak masa kolonial Belanda.
Dikutip dari berbagai sumber, bandara tertua di Indonesia itu bernama Bandara Abdul Rachman Saleh Malang Jawa Timur.
Bandara Abdul Rachman Saleh Malang sudah berdiri sejak tahun 1939 sebagai bandara komersil dan masih melayani penerbangan hingga saat ini.
Dahulu, bandara tersebut bernama Lapangan Terbang Bugis, dan kini berganti nama menjadi Bandara Abdul Rachman Saleh Malang.
Selain tertua, bandara itu juga menjadi salah satu yang tersibuk di Jawa Timur.
Bandara tersebut mempunyai 7 parking stand dan apron untuk penerbangan sipil.
Di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang terdapat dua landasan pacu dengan masing-masing panjangnya 2.500 meter dan 1.800 meter.
Terbaru, maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara tertua ini adalah Batik Air, Citilink, dan Garuda Indonesia dengan tujuan Jakarta.
Pembangunan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang bersamaan dengan Pangkalan Udara Iswahyudi, Bandara Adi Sumarmo Solo, dan Bandara Adisutjipto Jogja.
Pemilihan lokasi bandara tersebut ternyata ada alasannya.
Agar pesawat musuh pada saat itu tidak bisa melihat lokasi bandara, karena tertutup kabut.
Sebab di sekitar bandara terdapat beberapa gunung yang sering menghasilkan kabut di sekitarnya.
Bandara tersebut sempat direnovasi pada tahun 2011 dengan menelan anggaran Rp 139 miliar.
Itulah penjelasan tentang bandara tertua di Indonesia yang ada di Malang Jawa Timur.***