

inNalar.com – Sulawesi Utara dianugerahi kekayaan dan keindahan potensi sumber daya alam yang tiada terkira, salah satu yang paling menonjol ialah kelapa.
Dijuluki Bumi Nyiur Melambai, Sulawesi Utara berhasil menjadi provinsi penghasil kelapa terbesar kedua di Indonesia, setidaknya hingga kurun waktu empat tahun terakhir.
Tentu menjadi sebuah kabar yang membanggakan dan menggembirakan bagi wilayah Sulawesi Utara untuk terus mengembangkan potensi daerahnya menjadi pemasok kelapa di Indonesia maupun ke negara tujuan ekspor.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian tahun 2022, Kab Minahasa Tenggara keluar sebagai rajanya daerah penghasil kelapa di Sulawesi Utara.
Sebagaimana diketahui bahwa Kab Minahasa Tenggara berhasil menyumbangkan 44.180 ton komoditas kelapa untuk wilayah Provinsi Sulawesi Utara
Daerah tersebut menjadi daerah yang paling unggul dari Kab Minahasa Selatan, Kab Minahasa Utara, dan daerah penghasil kelapa di Sulawesi utara lainnya.
Namun, apakah daerah seperti kab Minahasa Tenggara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah ini telah menjamin kesejahteraan penduduk di setiap daerahnya?
Mari kita tengok data hasil penelitian Badan Pusat Statistik dari indikator nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan persentase kemiskinan.
Meski kekayaan alam kelapa yang melimpah dengan sumbangsih komoditas unggulan terbesar di Sulawesi Utara, rupanya kabupaten yang satu ini masih perlu banyak perhatian dari pemkab dan pemprov.
Pasalnya, hasil capaian nilai IPM Kab Minahasa Tenggara belum masuk dalam daftar 5 besar daerah terbaik.
Adapun Kab Minahasa Tenggara sendiri berada di urutan ke-8 dari 15 daerah yang tergabung dalam provinsi Sulawesi Utara.
Meski tren tiga tahun terakhir, yakni 2020-2022, menunjukkan adanya peningkatan. Namun, agaknya daerah yang satu ini harus bekerja lebih keras untuk membangun kualitas kesejahteraan penduduknya.
Terkait persentase kemiskinan, Kab Minahasa Tenggara sendiri berada di angka tertinggi kedua setelah Bolaang Mongondow Selatan.
Tingkat kemiskinan Kab Minahasa Tenggara mencapai 11,78 persen di tahun 2022.
Positifnya, tingkat persentase kemiskinan pada tahun 2021 menuju 2022 terlihat adanya penurunan dari yang sebelumnya mencapai 12,47.
Namun, secara peringkat Kab Minahasa Tenggara masih berada di tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Sulawesi Utara.
Perlu adanya pemerataan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur penunjang lainnya agar kesenjangan antar wilayah bisa berkurang seiring berjalannya waktu.***