Ada Lebih dari 500 Sumur? Tambang Minyak Tradisional Wonocolo di Bojonegoro Ini Telah Ada Sejak Zaman Belanda

inNalar.com – Tempat penambangan minyak tradisional yang sudah berusia puluhan tahun ada di Bojonegoro, Jawa Timur.

Tambang minyak tradisional di Bojonegoro tersebut tersebut tepatnya berada di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan.

Telah dibangun sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda, diperkirakan paling sedikit adalah lebih dari 500 sumur tambang minyak di Bojonegoro.

Baca Juga: Miliki Nama Shiratal Mustaqim, Jembatan Gantung di Ponorogo, Jawa Timur Ini Bikin Orang yang Lewat Auto Tobat?

Meskipun sudah ada sejak lama, namun tambang minyak tradisional Wonocolo di Bojonegoro ini baru ditambang oleh warga sekitar mulai tahun 2008.

Tambang minyak tradisional tersebut berada di kawasan hutan Wonocolo dan berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Bojonegoro.

Sumur tambang minyak tradisional yang ada di Desa Wonocolo, Bojonegoro ini memiliki kedalaman yang mencapai 800 meter di dalam perut bumi.

Baca Juga: Sawah 125 Hektar di Banten Dijadikan Kompleks Makam Mewah dengan Konsep Open Garden, Lokasinya di…

Meskipun ditambang dengan cara tradisional, minyak yang dikeluarkan oleh sumur di kawasan hutan Wonocolo ini cukup banyak.

Dalam satu hari diketahui bahwa setiap 1 sumur menghasilkan minyak mentah dengan kapasitas antara 600-1000 liter.

Cara penambangan minyak yang dilakukan oleh warga sekitar sangat sederhana, yaitu dengan cara menaikkan cairan menggunakan pipa besi.

Baca Juga: 1,6 KM dari Stasiun Serpong, Makam Keramat Ini Menjadi Jejak Penyebaran Islam di Banten

Pipa besi dimasukkan ke dalam sumur tambang minyak tradisional sedalam 150 hingga 200 meter agar minyak mentah dapat tersembur ke atas.

Cairan yang keluar dari sumur biasanya masih tercampur dari air, sehingga semburan minyak mentah dari sumur harus dipisahkan dari air terlebih dahulu.

Dari usaha penambangan minyak tradisional Wonocolo tersebut, masyarakat yang ada di desa tersebut mendapatkan bahan bakar berupa solar dan minyak tanah.

Dalam satu hari rata-rata menghasilkan 1 drum yang mana dalam 1 drum berisi sekitar 220 liter minyak mentah hasil penambangan.

Tambang minyak tradisional di Bojonegoro yang sudah ada sejak jaman Belanda ini tetap aktif digunakan hingga saat ini.

Cara menambang minyak yang sederhana dan unik ini tentunya menarik minat banyak orang, sehingga banyak yang berkunjung ke Bojonegoro untuk berwisata atau sekedar melihat.***

Rekomendasi