

inNalar.com – Kalimantan Timur memiliki segudang hutan yang berlimpah, bahkan dikatakan menjadi pusat oksigen dunia.
Meski begitu, rimbunnya hutan di Pulau Borneo ini mudah sekali terbakar apabila musim kemarau panjang telah tiba.
Hal inilah yang membuat masyarakat sekitar hingga pemerintah setempat membangun menara sebagai pemantau kebakaran.
Salah satu menara yang difungsikan sebagai pemantau kebakaran hutan ternyata berada di Desa Samboja Lestari.
Namun, karena bentuknya yang megah dan mirip dengan menara Eiffel, bangunan ini pun menjadi spot wisata unik di Kalimantan Timur.
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, menara ini adalah Menara Api yang digunakan untuk mengawasi terjadinya kebakaran di hutan sekitar.
Menara yang berlokasi di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini miliki tinggi kurang lebih 40 meter.
Sisi paling atas menara dapat menjangkau jarak pandang ke hutan di sekitarnya yang memiliki luas mencapai 1.850 hektar.
Sedangkan, kawasan di sekitar menara ini merupakan hutan dengan luas ribuan hektar yang diharapkan menjadi tempat pelepasan orangutan ke habitat mereka.
Hutan ini merupakan hutan buatan yang berlokasi di Desa Samoja ini ternyata merupakan hutan buatan yang sengaja dibuat untuk satwa liar.
Dikatakan hutan buatan karena memang kawasan ini merupakan hasil dari ketekunan masyarakat sekitar untuk melakukan reboisasi.
Selain digunakan untuk mengawasi kebakaran, menara ini juga dibuka untuk umum meski tidak menjadi tempat wisata resmi.
Menara ini sendiri dibangun di hutan buatan yang masih termasuk dalam wilayah perkebunan kelapa sawit salah satu perusahaan di Kalimantan Timur, yakni PT Alam Jaya Persada.
Cat menara yang merah membuatnya terlihat sedikit mencolok di antara hijaunya pepohonan hutan.
Saat pengunjung menaiki menara ini, semakin tinggi tempat yang diraih maka angin akan berhembus semakin kencang.
Meski belum dikenal banyak orang, namun menara ini cukup menjadi spot wisata unik bila ingin merasakan pemandangan hutan yang asri dari ketinggian.***