Dananya 30 Miliar, Jembatan Megah di Kaltim Ini Hanya Boleh Dilalui oleh Pejalan Kaki, Namanya…

inNalar.com – Jembatan umumnya menjadi infrastruktur yang menjadi penghubung beberapa wilayah.

Selain aksesnya yang mudah, pembuatan jembatan menjadi salah satu infrastruktur yang mempercepat perjalanan para pelintasnya.

Dibangun dengan megah, jembatan biasanya menjadi tempat perlintasan beberapa kendaraan agar sampai ke tujuan.

Baca Juga: 164 Km dari Samarinda, Kebun Sawit Seluas 2.700 Ha di Kaltim Bakal Ditebas Guna Bangun Bandara Baru VVIP!

Namun, berbeda halnya dengan jembatan yang berada di Kalimantan Timur ini karena hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki.

Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kabupaten Kutai Kartanegara, nama jembatan tersebut adalah Repo-repo yang membentang di atas Sungai Mahakam.

Berlokasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, jembatan ini menjadi akses khusus pejalan kaki dari Tenggarong menuju Pulau Kumala.

Baca Juga: Dibayangi Kemiskinan, Tak Disangka Daerah ini Jadi Penghasil Kelapa Terbesar di Sulawesi Utara, Apakah Kotamu?

Pembangunannya sendiri dilakukan pada 2014 dan diresmikan pada tahun 2016 dengan pondasi pipa baja.

Jembatan ini memudahkan pengunjung yang ingin berwisata ke Pulau Kumala di mana sebelumnya harus menggunakan perahu.

Memiliki nama lain Jembatan Pulau Kumala, diketahui infrastruktur ini memiliki panjang total 230 meter dan lebar 3,5 meter.

Baca Juga: Miliki Nama Shiratal Mustaqim, Jembatan Gantung di Ponorogo, Jawa Timur Ini Bikin Orang yang Lewat Auto Tobat?

Sedangkan, jaraknya dari permukaan air Sungai Mahakam cukup tinggi, diperkirakan mencapai 8 meter.

Nama ‘Repo-repo’ diambil dari bahasa Kutai dengan arti gembok, di mana pengunjung boleh memasangkan gembok di pagar jembatan sebagai kenang kenangan.

Hal inilah yang membuat pengunjung membludak dan sempat memecahkan rekor menjadi sumber pendapatan daerah tertinggi.

Jembatan ini menjadi salah satu spot wisata menarik yang tidak hanya menjadi penghubung Tenggarong dengan Pulau Kumala, namun juga untuk menikmati keindahan Sungai Mahakam.

Sempat berhenti beroperasi karena COVID-19, Pemkab Kukar pun melakukan pembenahan secara perlahan terhadap jembatan ini.

Adapun salah satunya menambahkan hiasan lampu tematik hingga disulap menjadi kawasan wisata kuliner.

Pemerintah juga berencana membangun jembatan lain untuk membangun jembatan lain sebagai akses menuju Pulau Kumala yang dapat dilalui oleh kendaraan.***

Rekomendasi