

inNalar.com – Proyek kilang minyak di Tuban, Jawa Timur yang telah direncanakan sejak lama ini sudah dimulai sejak tahun 2020.
Ditargetkan selesai dan siap beroperasi mulai tahun 2028, kilang minyak di Tuban akan memiliki kapasitas produksi mencapai 300 ribu barel/hari.
Menggunakan konfigurasi petrokimia, Proyek pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur ini akan menjadi salah satu kilang minyak besar di Indonesia.
Dibangun pada lahan seluas 821 hektar, kilang minyak di Jawa Timur ini memakan lahan milik warga yang ada di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban.
Diketahui sebanyak 225 warga di Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban menjual lahan milik mereka ke Pertamina dengan ganti rugi mencapai miliaran.
Proyek pembangunan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur ini bertujuan untuk meningkatkan persediaan bahan bakar hingga minyak mentah di Indonesia.
Dengan tersedianya banyak bahan bakar dan minyak mentah, maka ketergantungan terhadap impor akan berkurang.
Tentunya hal tersebut dapat lebih menghemat anggaran negara yang seharusnya dapat dialihkan kepada hal atau fokus lain.
Proyek kilang minyak dengan kapasitas 300 ribu barel per hari ini memiliki nilai investasi yang mencapai Rp 238,25 triliun.
Mulanya, warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban menolak untuk menjual lahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.
Namun, setelah dilakukan berbagai upaya oleh Pertamina dan ditemukan sebuah kecocokan, pada tahun 2020 lahan di Tuban secara resmi akan dijadikan kilang minyak.
Sebanyak 225 warga Tuban menjual lahan mereka untuk mendukung proyek pembangunan kilang minyak senilai Rp 238,25 triliun.
Untuk membangun sebuah kilang minyak tentunya dibutuhkan waktu yang sangat lama, begitu pula dengan kilang minyak di Tuban, Jawa Timur.
Meskipun sudah dimulai sejak tahun 2020, kilang minyak di Tuban hingga saat ini masih proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.
Kilang minyak di Tuban, Jawa Timur ini nantinya akan menjadi salah satu kilang minyak tercanggih di dunia.***