Tercipta dari Akar Pohon Beringin! Jembatan di Sumatera Barat Ini Tetap Kokoh Walau Berusia 100 Tahun

InNalar.com – Semua orang pasti sudah tidak asing dengan jembatan.

Namun bagaimana jika jembatan tersebut dibangun dari akar pohon?

Karena diketahui daerah Sumatera Barat sendiri memiliki jembatan yang terbuat dari akar pohon beringin.

Baca Juga: 45 Km dari Yogyakarta, Lahan Permukiman Seluas 600 ha Diluluh Lantakan Guna Bangun Bandara Megah!

Meskipun terbuat dari akar pohon Beringin, namun jembatan di Sumatera Barat itu masihlah beridiri kokoh.

Bagaimana tidak dikatakan kokoh, walaupun terbuat dari akar pohon Beringin, jembatan di Sumatera Barat ini sudah berdiri lebih dari 100 tahun.

Perlu diingat, bagi orang-orang yang ingin melintasi jembatan ini batas maksimalnya adalah 3 orang.

Baca Juga: BUMN Gelar Pasar Murah di Surabaya: Aksi Nyata Negara Ringankan Beban Rakyat

Dilansir dari kanal YouTube Putra Ausa, jembatan pohon Beringin ini dikatakan telah ada sejak tahun 1916.

Adapun lokasi tepat dari jembatan tersebut ada di Kecamatan Bayang Utara, kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Meskipun nampaknya unik, akan tetapi jembatan akar ini bisa tercipta bukanlah secara alami.

Baca Juga: Membentang di Atas Lembah Curam, Jembatan Cantik Setinggi 80 M di Jabar Ini Dibangun Belanda, Tebak Harganya!

Melainkan karena ada pihak yang sengaja membuatnya, lebih tepatnya adalah seorang Ulama.

Diceritakan jika Ulama tersebut merasa iba, mengetahui murid-muridnya yang berada di seberang sungai kesulitan mengaji karena terhalang oleh aliran Sungai Batang Bayang.

Dengan begitu, maka Ulama tersebut berinisiatif untuk membentangkan dua bilah bambu, dan diletakan pada dua sisi Sungai Batang Bayang.

Selanjutnya Ulama tersebut mengikatkan bambu-bambu itu dengan akar dua pohon Beringin yang ada di dua sisi sungai Batang Bayang.

Seiring berlalunya waktu, akar dari dua pohon beringin tersebutpun saling bertemu hingga saling mengikatkan diri dan membentuk jembatan.

Selain dari kisah sejarah yang luar biasa, waktu pembuatan jembatan ini hingga dapat digunakan pun cukup lama.

Karena diketahui butuh waktu selama 26 tahun, hingga akar dua pohon beringin itu saling menyatu, sekaligus dapat digunakan oleh warga sekitar.

Sayangnya, diceritakan jika Ulama tersebut tidak dapat menikmati indahnya jembatan akar pohon Beringin ciptaannya sendiri.

Meskipun begitu, kini jembatan akar pohon Beringin di itu justru menjadi destinasi wisata andalan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Saat berkunjung kemari, nantinya para pengunjung akan dikenakan biaya Rp. 5000, dan akan menikmati indahnya jembatan akar pohon Beringin yang membentang 25 meter.

Selain memiliki panjang 25 meter, lebar dari jembatan akar pohon Beringin ini sendiri adalah 1,5 meter, dengan ketinggian 10 meter. ***

Rekomendasi