

inNalar.com – Keberadaan bandara dianggap sebagai salah satu infrastuktur daerah yang menyediakan alat transportasi praktis, yakni pesawat.
Namun siapa sangka ternyata ada sisi bahaya dari sebuah bandara yang tidak banyak diketahui orang lain.
Ternyata bandara di Sumatera Utara ini dianggap sebagai bandara paling berbahaya di indonesia lho.
Bisa tebak bandara apa yang dianggap sebagai bandara paling berbahaya di Sumatera Utara ini?
Berikut ini penjelasan yang dapat kami rangkum, yang dilansir dari laman YouTube @Opiniku pada tanggal 13 Agustus 2023.
Bandara ini terletak di sebelah timur laut Kota Manado, tepatnya bandara ini berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kotanya.
Meskipun panorama yang ditawarkan di sekitar bandara ini begitu indah, namun siapa sangka jika bandara ini memiliki resiko kecelakaan paling tinggi di Indonesia.
Bandara di Sumatera Utara ini telah melayani sebanyak 2,7 penumpang dan 27.000 pesawat di tahun 2017 lalu.
Di sekitar bandara ini terdapat pegunungan tinggi, yakni Gunung Klabat di sebelah timur, lalu Gunung Embung, Gunung Mahawu, serta Gunung Lokon di sebelah selatannya.
Kemudian, di sebelah utara bandara ini dikelilingi sebuah perbukitangyang berjurang lautan lepas.
Karena itulah bandara ini dianggap sebagai sebagai salah satu bandara paling berbahaya di Indonesia, karena banyaknya penghalang di sekitar bandara saat pendaratan pesawat.
Selain itu banyaknya penghalang di sekitar bandara juga menyebabkan para pilot kesulitan saat proses aplousing bandara.
Terutama di saat musim penghujan ataupun di saat musim angin kencang.
Diketahui bandara di Sumatera Utara yang dianggap paling berbahaya di Indonesia ini sekarang sudah berstatus internasional.
Bandara yang dimaksud dari beberapa penjelasan di atas adalah Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sumatera Utara.
Saat ini peningkatan keselamatan di bandara Sam Ratulangi Manado telah ditingkatkan.
Dengan adanya instrument landing system, para pilot di bandara ini terbantu saat melakukan pendaratan pesawat, terutama di saat musim penghujan.***