Habiskan Rp 2,46 Triliun, Kincir Angin di Sulsel Ini Jadi PLTB Pertama di Indonesia, Viewnya Mirip Belanda

inNalar.com – Merajuk kepada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, pemanfaatan sumber daya energi angin di Indonesia sepertinya masih terbatas.

Hal ini membuat nusantara masih kalah unggul dengan Belanda yang mendapatkan julukan negeri kincir angin dengan jumlah sekitar 1.200.

Namun, pemerintah telah membuat inovasi baru pembangunan PLTB pertama di Indonesia di mana memiliki pemandangan tak kalah indah dengan Belanda.

Baca Juga: Membentang 30 ha, Danau Cantik di Jambi Ini Dihiasi Panorama Gunung Raksasa dan Hamparan Lahan Aneka Rempah

Uniknya lagi, pembangunan PLTB ini bukan berada di Pulau Jawa, melainkan berlokasi di pulau terbesar keempat Indonesia, yakni Sulawesi.

Dilansir inNalar.com dari laman resmi EBTKE, “kebun angin” pertama Indonesia dibangun di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Selain menjadi yang pertama, PLTB di Sulawesi Selatan ini menjadi yang terbesar di Indonesia dengan luas lahan sekitar 100 hektar.

Baca Juga: Ada Hutan Jati di Tengah Bandara Seluas 27 ha di Jawa Tengah, Proyeknya Telan Anggaran Rp 132 Miliar?

Pembangunan kawasan kincir angin di perbukitan ini juga berhasil meraih rekor PLTB pertama dan terbesar di Asia Tenggara.

PLTB Sidrap dibangun atas kerjasama investor Amerika Serikat dengan PT Binatek Energi Terbarukan dengan investasi 150 juta Dollar AS atau 2,46 triliun Rupiah.

Baru diresmikan pada tahun 2018, diketahui pembangunannya dilakukan selama 2,5 yang dimulai dari 2015.

Baca Juga: Tercipta dari Akar Pohon Beringin! Jembatan di Sumatera Barat Ini Tetap Kokoh Walau Berusia 100 Tahun

Kebun angin di Sulawesi Selatan ini memiliki sekitar 30 unit turbin angin dengan kapasitas masing-masing 2.5 MW.

Setiap menaranya terbuat dari baja dengan tinggi 80 meter, di mana setiap baling-balingnya memiliki panjang 57 meter.

Diketahui, PLTB Sidrap dapat menjangkau desa-desa kecil di sekitar dengan daya listrik 900 Volt untuk 70.000 pelanggan listrik.

PLTB menjadi energi ramah lingkungan sebab angin sebagai sumber daya alam yang tak terbatas dan mengurangi gas rumah kaca.

Selain menjadi tempat PLTB, kawasan ini juga bisa menjadi destinasi wisata karena tempatnya yang asri di atas perbukitan Pabbaresseng.

PLTB Sidrap menjadi inovasi baru energi listrik di Indonesia dan menjadi acuan untuk pembangunan energi listrik tenaga angin lainnya di nusantara.***

Rekomendasi