

inNalar.com – Emas merupakan salah satu logam yang telah menjadi komoditas paling berharga di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Siapa sangka, Indonesia masuk ke dalam urutan ke-10 negara penghasil emas terbesar di dunia menurut data yang dipublikasikan oleh Forbes tahun 2022.
Kementerian ESDM sendiri mengungkap bahwa Indonesia punya 25 provinsi yang memiliki lahan tambang emas, jika dijumlah maka luasnya mencapai 1.181.071,52 hektare.
Lantas, apakah Provinsi Sulawesi Utara termasuk di dalamnya? Meski provinsi ini tidak termasuk ke dalam 5 besar provinsi penghasil emas terbesar di Indonesia, tetapi ternyata ada fakta menarik dari salah satu kabupaten yang menjadi bagian dari provinsi ini.
Siapa sangka, Kabupaten Minahasa Utara, memiliki lokasi tambang emas Toka Tindung yang memiliki luas lahan tambang terbesar di Asia Tenggara.
Rupanya, tambang emas Toka Tindung ini diatur oleh sebuah perusahaan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) milik seorang pengusaha kelahiran Manado, Sulawesi Utara bernama Peter Sondakh.
Adapun luas lahan tambang yang dikelola oleh perusahaan raksasa emas ini luasnya mencapai 40 hektare.
Sisi mencengangkan dari daerah Minahasa Utara sendiri tidak hanya terletak pada hal tersebut saja.
Rupanya, ada dua desa di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara yang dinilai berhasil mengelola tambang emas berskala kecil, tetapi ramah lingkungan.
Kedua desa tersebut adalah Desa Tatelu dan Desa Talawaan, terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Disebut sebagai penambang emas berskala kecil tetapi tetap berhasil menjaga lingkungan, karena kedua desa di Kabupaten Minahasa Utara ini sukses mengurangi 13,4 ton merkuri.
Artinya, sejak tahun 2018 hingga 2022, tingkat efektivitas pengurangan merkuri tersebut bisa mencapai 58 persen.
Prestasi tak terduga yang dimiliki Kabupaten Minahasa Utara ini bisa menjadi inspirasi bagi pengelola tambang emas di daerah lainnya tak hanya di wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
Kabupaten Minahasa Utara sendiri memiliki beberapa sektor unggulan yang menjadi andalan penggerak perekonomian wilayah Provinsi Sulawesi Utara.
Setidaknya ada 7 sektor yang dinilai maju dan berkembang pesat, di antara adalah: sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memuncaki klasemen kontribusi dalam PDRB wilayahnya.
Kemudian, ada sektor pertambangan dan penggalian, disusul dengan empat sektor setelahnya yaitu industri pengolahan, konstruksi, real estate, dan jasa pendidikan.
Diharapkan dengan adanya sumber daya alam yang berharga dan berlimpah, serta teknologi yang kian dikembangkan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat wilayah Kabupaten Minahasa Utara semakin merata.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi