Bangun Kereta Cepat Pertama di Jawa Barat, Dananya Malah Bengkak hingga Rp 114,24 Triliun, Ada Masalah Apa?

inNalar.com – Tonggak sejarah Indonesia telah menorehkan kisah baru di mana nusantara berhasil membuat kereta cepat untuk pertama kalinya.

Proyek kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ini ternyata sempat dinobatkan menjadi pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Namun, rekor itu sempat terpatahkan oleh peluncuran kereta cepat Laos yang menghubungkan ibukota negara tersebut dengan wilayah tenggara China pada tahun 2021.

Baca Juga: Pakai APBN Rp 1,3 Triliun, Proyek LRT Pertama di Jawa Barat Ini Malah Hilang Tanpa Kabar?

Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat Indonesia memberhentikan perkembangan dan inovasinya dalam bidang transportasi.

Proyek ambisius yang berlokasi di Jawa Barat ini juga diketahui menghabiskan dana yang luar biasa fantastis dalam pembangunannya.

Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kereta Cepat Indonesia China, Kereta Cepat Jakarta-Bandung diketahui membentang di atas jalur sepanjang 142,3 kilometer.

Baca Juga: Bandara Internasional Dipangkas, Bandar Udara Termegah di Manado Sulawesi Utara Ini Juga Bakal Turun Kelas?

Pembangunannya sendiri masih tetap dilakukan mengingat target operasionalnya direncanakan sudah terlewat, yakni akhir tahun 2022.

Awalnya, penawaran pembangunan kereta cepat sudah ada sejak 2008 yang diinvestasikan oleh Jepang di mana direncanakan menjadi penghubung Jakarta-Surabaya.

Sayangnya, perusahaan China berhasil menyaingi Negeri Sakura tersebut dengan menawarkan pembangunan pada tahun 2015 dengan rute Jakarta-Bandung.

Baca Juga: Tercipta dari Akar Pohon Beringin! Jembatan di Sumatera Barat Ini Tetap Kokoh Walau Berusia 100 Tahun

Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan kereta ini pun awalnya diperkirakan mencapai 86,67 triliun Rupiah.

Kenyataannya, biaya tersebut membengkak hingga 114,24 triliun pada 2021 akibat situasi pandemi yang menjadi faktor utamanya.

Kereta cepat ini akan melewati empat stasiun, di mana dua di antaranya berada di wilayah Jakarta yakni Halim dan Karawang, sedangkan dua lainnya Padalarang dan Tegalluar yang berada di Bandung.

Operasionalnya sendiri akan direncanakan akan terlaksana sebagai hadiah HUT-78 RI, yakni pada tanggal 18 Agustus 2023 nanti.

Sebagai pembuka, kereta cepat ini kabarnya memberlakukan tarif gratis kepada para penumpangnya hingga Bulan Oktober.

Seusai tarif gratis hangus, pemerintah menargetkan harga tiket sebesar 250 ribu Rupiah selama 3 tahun ke depan.

Pembangunan kereta ini menjadi proyek besar yang memberikan pelajaran banyak bagi pemerintah Indonesia, terutama dalam pembengkakan biaya.

Meski begitu, diharapkan dengan adanya KCJB ini masyarakat dapat melakukan mobilitas secara efisien dan meningkatkan perekonomian setempat.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]