Ternyata Jambi Punya Cadangan Batu Bara 1,9 Miliar Ton, Benarkah Akan Habis 100 Tahun Lagi?

inNalar.com – Tak hanya terkenal akan destinasi wisata alam yang menakjubkan, Provinsi Jambi juga terkenal akan hasil tambang buminya.

Komoditi tambang yang dapat dihasilkan di Provinsi Jambi ini diantaranya emas, timah, batu bara, dan minyak bumi.

Kali ini, tim inNalar.com akan membahas mengenai salah satu komditi tambang yang dihasilkan di Jambi yakni komoditi batu bara.

Baca Juga: Tingginya 150 Meter! Intip Pesona Air Terjun Tersembunyi di Jambi, Konon Jadi Tempat Pemandian 7 Bidadari?

Komunitas Konservasi Indonesia mencatat bahwa cakupan kawasan tambang batu bara di Jambi ini sangat luas.

Bahkan, Jambi merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kawasan tambang batu bara paling luas.

Luas kawasan pertamabangan yang ada di Provinsi Jambi adalah mencapai sekitar 10.332 hektar.

Baca Juga: LRT Senilai Rp 12,5 Triliun di Palembang Sumatera Selatan Ini Miliki Panjang 24,5 Km! Bisa Lintasi 13 Stasiun?

Selain memiliki cakupan kawasan tambang batu bara yang luas, Provinsi Jambi salah satu daerah yang memiliki cadangan Batu Bara paling banyak di Indonesia.

Harry Endria selaku Kepala DInas ESDM Provinsi Jambi mengungkapan bahwa Provinsi Jambi dapat menghasilkan 19 juta ton per tahun

Ia juga menyampaikan bahwa cadangan batu bara yang dimiliki oleh Jambi mencapai 1,9 Miliar Ton.

Baca Juga: Direnovasi 2 Tahun, Bandara Berusia 80 Tahun di Jawa Tengah Ini Terpantau Sepi Usai Habiskan Dana 500 Miliar

Maka, diperkirakan batu bara di Jambi akan habis 100 tahun mendatang dan akan lebih lama lagi bila ditemukan lokasi cadangan batu bara baru di Jambi.

Namun, sayangnya dibalik luasnya cakupan kawasan tambang dan banyak batu bara yang dihasilkan di Jambi menimbulkan sederet masalah.

Yang pertama mengenai mobilitas aktivitas tambang itu sendiri yang mana menyebabkan kemacetan dan kecelakaan.

Luasnya cakupan tambang batu bara di Jambi tidak diiringi dengan infrastruktur jalan yang memadai untuk kendaraan angkutan batu bara sehingga jalan yang digunakan untuk mengangkut batu bara masih menggunakan jalan nasional yang ada di Jambi.

Yang kedua mengenai perubahan ekosistem yang ditimbulkan dari aktivitas tambang batu bara di Jambi.

Hal ini seharusnya dapat dicegah melalui pemulihan ekologi tambang batu bara yang diterapkan dengan baik oleh perusahaan batu bara yang sayangnya sebagian besar perusahaan batu bara belum melakukan pemulihan.***

Rekomendasi