

inNalar.com – Di Provinsi Jambi terdapat banyak peninggalan jajahan Belanda pada masa lampau.
Salah satu peninggalan masa Kolonialisme Belanda di Provinsi Jambi adalah menara air Kota Jambi.
Menara air Kota Jambi ini berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No.50a, Murni, Telanaipura, Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Bersumber dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, menara air Kta Jambi ini terdiri dari 3 bangunan.
1 bangunan yang paling tinggi yang merupakan bangunan induk berada di tengah dan 2 bangunan lainnya yang lebih rendah terletak di sisi kanan dan kiri bangunan induk.
Bangunan Menara ini berdiameter 9,360 meter dan menjulang setinggi 24,150 meter.
Menara ini difungsikan sebagai Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Mayang oleh Pemerintahan Jambi dan masih beroperasi hingga saat ini.
Menara air ini sempat dinonaktifkan pada tahun 1982 dan kembali aktif pada tahun 1995.
Berbicara mengenai sejarah, Menara air ini telah berdiri pada tahun 1928 saat masa kolonialisme Belanda.
Dulunya, kawasan berdirinya menara air ini adalah kawasan benteng Belanda.
Saat itu, menara air ini difungsikan untuk instalasi pengolahan air yang hanya berkapasitas 7 liter perdetik yang hanya melayani penyaluran air ke rumah dinas gubernur, kantor pemadam kebakaran dan lain sebagainya.
Selain digunakan untuk penyaluran air, menara air tersebut juga digunakan Belanda untuk mengawasi gerak-gerik warga pribumi.
Menara air peninggalan Belanda ini juga sangat bersejarah bagi warga Jambi dan terdapat jejak pengibaran bendera merah putih di sini.
Pasalnya, di atas menara air ini pengibaran bendera merah putih untuk pertama kalinya dikibarkan di Jambi.
Pengibaran bendera merah putih tersebut terjadi pada tanggal 19 Agustus 1945 oleh dua pemuda bernama R Husin Akip dan M.Amin Aini.***