Pakai Dana 300 Miliar, Jembatan ‘Golden Gate’ di Kalimantan Timur Ini Ternyata Dibangun Ulang Usai Runtuh

inNalar.com – Jembatan di Kalimantan Timur, tepatnya jembatan Mahakam II, merupakan struktur pelengkung baja dengan bentang utama terpanjang di Indonesia.

Menjadi penghubung Kota Tenggarong dengan kecamatan Tenggarong Seberang, rupanya jembatan ini juga menjadi akses masyarakat yang bepergian ke Samarinda. 

Pada awal pembangunannya pun direncanakan untuk menyerupai jembatan Golden Gate yang ada di San Francisco, Amerika Serikat.

Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Mencekam! Ini 10 Daerah dengan Kualitas Udara Terburuk se-Ibu Kota, Ada Jeruk Purut?

Meski begitu, ternyata salah satu jembatan termegah di Indonesia ini sempat ambruk dan menelan beberapa korban jiwa.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah pun membangun ulang jembatan dengan konstruksi baru dan desain yang sedikit berbeda. 

Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pembangunan awal jembatan pada 1995 di Tenggarong menghabiskan biaya sebesar 93 miliar Rupiah.

Baca Juga: Sulawesi Selatan Memiliki Pasar Hewan Ternak Terbesar dan Populer di Indonesia, Namanya seperti Kue

Proyek pembangunan jembatan pertamanya dilakukan oleh PT Hutama Karya sebagai kontraktor utama, mulai tahun 1995 dan hingga tahun 2001.

Jembatan yang juga dikenal sebagai Jembatan Mahakam II ini akhirnya dibangun ulang oleh pemerintah pada tahun 2013 dan resmi dibuka pada tahun 2015.

Hasil dari penelitian beberapa tim salah satu universitas menunjukkan indikasi kesalahan konstruksi, seperti kelemahan pada klem pengikat kabel vertikal.

Baca Juga: Sulawesi Selatan Punya Pasar Rakyat Unik dan Juga Menarik, Tidak Menggunakan Rupiah sebagai Transaksi, tapi…

Pembangunan ulang ini pun menghabiskan dana sebesar 300 miliar Rupiah, di mana membengkak dari perkiraan awal yang tadinya mencapai 100 miliar Rupiah.

Jembatan baru dibangun 12 kilometer dari pondasi lama berada, dengan panjang total 710 meter dan menjadi jembatan kedua yang melintasi Sungai Mahakam. 

Bagian utamanya adalah jembatan pelengkung rangka baja dengan bentang utama menggunakan sistem penyangga kabel, mencapai 270 meter. 

Jembatan dengan nama resmi Kutai Kartanegara ing Martadipura ini dapat mengurangi waktu perjalanan menuju Samarinda menjadi 30 menit.

Selain menjadi tempat melintas kendaraan, rupanya jembatan ini bisa menjadi spot wisata unik untuk melihat panorama di sekeliling Sungai Mahakam.

Saat melintasi jembatan, terlihat pemandangan menarik dari Pulau Kumala, satu-satunya pulau wisata yang berada di atas Sungai Mahakam.

Terlihat pula Jam Bentong di sekitar jembatan, yakni tugu dengan taman-taman yang indah serta sarana olahraga panjat dinding.

Jembatan ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk memperhatikan ketepatan konstruksinya agar dapat dilalui masyarakat dengan aman.***

Rekomendasi