Pembangunan Smelter Nikel di Sulawesi Selatan Ini Memiliki Luas Lahan 141 Hektar, Peras Anggaran Rp 10 Triliun

inNalar.com – Pemabnguann smelter nikel di Sulawesi Selatan ini sebuah konglomerasi dari Kalla Group, letak dar pembangunan smelter ini berada di Kabupaten Luwu.

Smelter yang berada di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan ini didukung dari adanya Infrastruktur pelabuhan jetty yang memiliki panjang hingga mencapai 800 meter.

Untuk kedalaman dari pelabuhan yang berada di pelabuhan tersebut yaitu 7 meter, untuk pembangkit listrik tentunya mendapat dukungan dari PLTA .

Baca Juga: Peras Dana hingga Rp258,3 Triliun, PLTA di Kalimantan Utara Diramalkan Mampu Hasilkan Listrik 9.000 Megawatt

Tentunya pembangunan. Dari smelter nikel di Sulawesi Selatan ini dibawah naungan dari PT Bumi Mineral Sulawesi atau bisa disingkat dengan BMS untuk pengerjaannya.

Diketahui untuk pembangunan smelter nikel ini berada di kampung Karang-Karang yang terletak di Kecamatan Bua.

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan smelter di Sulawesi Selatan ini tentunya memiliki perencanaan yang matang.

Baca Juga: Pesona Surga Tersembunyi di Banten Ini Dianggap Kalahkan Bali, Jadi Kota Air Pertama Indonesia?

Bahkan lokasi pembangunan smelter nikel di Sulawesi Selatan ini memiliki tempat yang dianggap lebih efektif dan juga efisien.

Dalam penampungan material tambang nikel yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara, untuk anggaran dana yanga dikeluarkan untuk melkaukan pemabngunana smelter petambangan nikel di Kabupaten Luwu ini sangat fantastis.

Dana yang digelontorkan yaitu Rp 10 triliun, dana investasi tersebut bersumber dari mantan wakil presiden yaitu Jusuf Kalla.

Baca Juga: Lahap Dana Rp 3 Triliun, Pulau Reklamasi 810 Hektar di Bali Ini Malah Batal Digarap, Kok Bisa?

Untuk pembangunannya sendiri dilakukan diatas lahan dengan luas hingga 141 hektar, smelter tersebut mampu menampung kapasitas hingga 60.000 ribu ton setiap tahunnya.

Pegoperasian dilakukan pada akhir tahun 2023, pertambanag nikel merupakan salah satu sumber perekonomian terbesar yang ada di Indonesia.

Bahkan pembangunan pertambangan nikel di Sulawesi Selatan memiliki potensi khusus, untuk pembangunan dua tungku akan beroperasi pada tahun 2023.

Infrastruktur yang memadai dan juga lokasi yang strategis dan efisien juga dapat membantu pengoperasian dapat berjalan dengan lancar.

Pembangunan infrastruktur yang emmadaia juga tentunya dapat menarik berbagai investor untuk melakukan pembangunan di daerah Sulawesi Selatan.

Pembangunan smelter nikel di area Kabupaten Luwu juga membuka lowongan kerja yang bisa dimasuki oleh para penduduk yang ada di Sulawesi Selatan maupun diluar daerah.***

Rekomendasi