Dulunya Jadi Zona Pertahanan Tentara Jepang, Pulau di Sulawesi Selatan Seluas 300 Hektar Ini Punya Bunker Unik

inNalar.com – Pulau yang berada di Sulawesi Selatan ini sering dikunjungi oleh para wisatawan, pulau ini berada di tengah Kota Makassar.

Letak dari pulau ini tersembunyi di Sulawesi Selatan, dibalik keindahannya, bahkan pulau ini memiliki cerita sendiri sejak zaman penjajahan belanda di Indonesia.

Pulau ini memiliki nama Pulau Lakkang di Sulawesi Selatan ini memiliki luas hingga 300 hektar, bahkan pulau ini diapit oleh tiga sungai sekaligus.

Baca Juga: Rencana Pemekaran Wilayah Jawa Timur: Banyuwangi Bakal Terbelah! 11 Kecamatan Siap Pindah ke Kota Baru?

Sungai tersebut yaitu Sungai Tallo dan Sungai Pampang serta Sungai Unhas atau memiliki kepanjangan Universitas Hasanuddin.

Keberadaan dari ketiga sungai yang berada di Pulau Lakkang Sulawesi Selatan tersebut tidak banyak yang mengetahuinya .

Para pengunjung yang ingin pergi kesana bisa menaiki kapal dengan ongkos mulai dari Rp 10.000 saja, jarak tempuh untuk menelusuri sungai dan juga pohon menghabiskan waktu hingga setengah jam untuk sampai disana.

Baca Juga: Pembangunan Bandara di Sulawesi Selatan Ini Mangkrak, Habiskan Anggaran Rp 3 Triliun, Kontraktor Ulur Waktu?

Pulau Lakkang Sulawesi Selatan dulunya dijadikan sebagai area pertahanan para tentara Jepang yang memiliki lingkup hutan bambu.

Ketika menjelajahi pulau tersebut para pengunjung akan menemukan sebuah bunker peninggalan dari Jepang.

Bahkan terdapat beberapa buah bunker yang ditemukan disana dalam keadaan tidak terawat dan tentunya sudah rusak.

Baca Juga: PLTS Terbesar Dibangun di Atas Lahan 1,46 Hektar di Sulawesi Selatan, Anggarannya Rp 39,5 Miliar!

Beberapa dari bunker di Pulau Lakkang Sulawesi Selatan ini sudah ditutup oleh penduduk yang berada di sana agar tidak berbahaya untuk anak-anak. 

Bunker yang dibuat oleh tentara Jepang pada zaman dulu dulu digunakan sebagai tempat perlindungan dari penjajah Belanda melalui udara.

Bungker peninggalan Jepang tersebut sekarang digunakan oleh para penduduk sebagai tempat pembuangan sampah.

Tidak hanya itu bunker yang ada di Pulau Lakkang Sulawesi selatan juga digunakan sebagai tempat septic tank.

Penutupan bungker peninggalan Jepang tersebut untuk menghindari adanya sarang dari ular dan juga dapat membahayakan anak-anak yang berada di sana.

Para penduduk yang ada disana tidak mengetahui adanya bunker peninggalan dan tidak diberikan sebuah edukasi untuk perawatan peninggalan sejarah tersebut.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]