

inNalar.com – Indonesia berhasil masuk sebagai penghasil emas terbesar di dunia di urutan ke-12.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari hadirnya berbagai wilayah di Indonesia yang memberikan sumbangsih produksi emas, salah satunya dari Provinsi Jawa Timur.
Meskipun Jawa Timur bukanlah provinsi penghasil emas yang terbanyak di Indonesia.
Namun, salah satu daerahnya berhasil masuk dalam jajaran penghasil emas terbesar di Indonesia, yaitu Kabupaten Banyuwangi.
Tidak kalah mencengangkannya, Kabupaten Banyuwangi ternyata disebut sebagai daerah tempat cadangan emas terbesar di Indonesia.
Tersembunyi di tengah hutan, di dalamnya terdapat tambang emas Tujuh Bukit yang rupanya menjadi aset berharga Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Tambang Emas Tujuh Bukit ini dikelola oleh perusahaan pertambangan bernama PT Bumi Suksesindo.
Area tambang produksinya berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Luas lahan tambangnya mencapai 4.998 hektare, tetapi baru 992 hektare yang dioperasikan.
Meski begitu, Tambang Emas Tujuh Bukit ini berhasil menjadi penghasil emas terbesar kedua di Indonesia.
Bagaimana tidak, diperkirakan masih terdapat 28 juta ons cadangan emas yang masih tersimpan di lahan penuh kilauan harta berharga ini.
Selain itu, daerah penambangan emas yang ada di Kabupaten Banyuwangi ini diklaim memiliki teknologi ramah lingkungan dalam mengeksplorasi sumber daya alam berharga ini.
Diketahui pula bahwa sepanjang tahun 2022, Tambang Emas terbesar di Jawa Timur ini berhasil memproduksi 125.133 ons emas.
Dilansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, diungkapkan bahwa perusahaan yang menaungi tambang emas di Kabupaten Banyuwangi yang satu ini mendapatkan penghargaan.
Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena pada tahun 2019, Tambang Emas Tujuh Bukit telah mengupayakan pengelolaan dan pemantauan daerah lingkungan tambang emas secara rutin.
Terlebih lagi, diketahui pula bahwa ada sekitar 70 persen tenaga kerja perusahaan tambang tersebut menyerap dari sumber daya manusia yang asalnya dari dua kecamatan terdekat.
Yaitu, Kecamatan Pesanggaran dan Kabupaten Banyuwangi. Diharapkan kebijakan terukur dan langkah-langkah yang telah diupayakan tersebut mampu menyejahterakan masyarakat sekitar lokasi pertambangan.
Hal tersebut perlu terus mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pasalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Banyuwangi masih berada pada angka 71,94.
Sementara rata-rata nilai IPM di daerah ini adalah 72,75. Artinya, tingkat akses penduduk terhadap pembangunan wilayahnya dari aspek pendapatan, kesehatan, dan pendidikan masih di bawah rata-rata.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi