

inNalar.com – Jawa Timur ternyata memiliki sebuah perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang letaknya berdomisili di Surabaya.
Siapa sangka jika perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur ini dulunya lokasinya berada di Lamongan.
Namun, karena banyaknya tragedi yang terjadi pada masa zaman pra-kemerdekaan perusahaan rokok di Jawa Timur ini dibangun lagi di daerah Surabaya.
Menurut sejarah pembangunannya, perusahan rokok terbesar di Jawa Timur ini dibangun di lahan bekas panti asuhan.
Diketahui jika, panti asuhan di Surabaya Jawa Timur ini luas tanahnya sendiri hanya berkisar 1,5 hektare.
Pada awal beroperasi, perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur ini memiliki sebanyak 1.300 karyawan.
Fantastisnya, sebanyak 3 juta batang rokok dihasilkan oleh perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur ini setiap seminggu.
Perusahan rokok terbesar di Indonesia ini dirintis pertama kali oleh seorang imigran Tiongkok pada tahun 1912 yakni, Pendiri Liem Seeng Tee.
Pada tahun 2005, perusahaan rokor besar di Jawa Timur ini diakuisisi oleh Philip Morris International (PMI).
Baca Juga: Politisi PPP Yakin Kapabilitas Erick Thohir Mampu Perangi Radikalisme yang Menyusup ke BUMN
Dan pada saat itu pula, penjual rokok dari perusahaan ini mampu mengukuhkan posisi Plipip Morris di pasar rokok internasional.
Perusahaan rokok yang dulunya dirintis di sebuah lahan bekas panti asuhan di Surabaya Jawa Timur tersebut adalah PT HM Sampoerna Tbk.
Perusahaan rokok ini merupakan salah satu pemimpin pasar rokok terbesar dalam industri perokoaan di Indonesia.
Beberapa produk rokok yang dihasilkan dari perusahaan rokok terbesar di Jawa Timur ini diantaranya ada, Marlboro, A Mild, Dji Sam Soe.
Perusahaan rokok terbesar yang berlokasi di Surabaya Jawa Timur ini sekarang telah memiliki beberapa anak perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah.
Tercatat pada tahun 2021, data yang dilansir dari www.sampoerna.com meyebutkan, bahwa sebanyak 20.909 karyawan bekerja di perusahaan rokok Jawa Timur ini.
Sedangkan pada tahun 2018 lalu, perusahaan rokok di Jawa Timur ini mampu mendapatkan pendapatan yang fantastis sebesar Rp 106.741 Triliun.
Dinyatakan, bahwa kepemilikan PT HM Sampoerna Tbk Jawa Timur sejak tahun 2015 di bawah kendali Philip Morris Indonesia hingga sampai sekarang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi