Semburkan 120 Ribu Lumpur Panas! Tambang Gas Jawa Timur Ini Tidak akan Hentikan Semburannya hingga 30 Tahun?

InNalar.com – Siapa yang tidak tahu tragedi Lumpur Lapindo di Sidoarjo?

Hingga saat ini, diketahui jika Lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur itu masihlah mengeluarkan lumpur panasnya.

Bahkan, diperkirakan para ahli geologi jika Lumpur Lapindo di Sidoarjo tersebut akan lebih dari 30 tahun.

Sedangkan hingga saat ini, Lumpur Lapindo tersebut baru saja mengeluarkan isinya selama kurang lebih 17 tahun.

Karena Lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur itu pertama kali mengeluarkan lumpurnya ke permukaan bumi pada tanggal 29 Mei 2009.

Sekedar informasi, penambangan gas yang dilakukan di Sidoarjo sebelumnya dilakukan oleh PT Lapindo Brantas.

Adapun lokasi dari penambangan gas yang dilakukan di Jawa Timur tersebut, terletak di Desa Renokenongo Kabupaten Sidoarjo.

Dilansir Innalar.com dari sda.pu.go.id, Pusat dari semburan lumpur Lapindo sendiri berada di Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

Seiring waktu berlalu, Semburan lumpur panas yang diikuti gas terus berkucuran dari bekas galian tambang gas.

Ironisnya, semburan lumpur panas di Sidoarjo itu terus meluas hingga menenggelamkan area sekitar, yaitu seperti pemukiman, pertanian, sampai industri.

Merujuk data dari sumber daya alam pekerjaan umum, saat awal dari kemunculan lumpur di Sidoarjo tersebut, volume semburan lumpurnya bahkan mencapai hingga 100 ribu – 120 ribu m3/hari,.

Pada isi yang disemburkan itu, diketahui kepadatan kandungan lumpurnya capai 35%, dengan temperatur 100 derajat Celcius.

Pada pengukuran kembali yang dilakukan di tahun 2017, semburan yang terjadi masih capai kisaran 86.270 m3/hari.

Adapun alasan dari bisanya muncul lumpur dari galian tambang gas di Sidoarjo tersebut, itu karena aktifitas dari gunung lumpur volcano.

Gunung lumpur sendiri merupakan fenomena dimana keluar atau erupsinya material lumpur dari dalam bumi, yang disebabkan adanya dorongan dari tekanan gas. ***

Rekomendasi