Biayanya Hampir Rp 45 Miliar, Area Bekas Tanggul di Bojonegoro Jawa Timur Ini Disulap Jadi Jalanan ‘Malioboro’

inNalar.com – Ada pemandangan di salah satu suduk kota di Bojonegoro yang tidak nampak seperti suasana di Jawa Timur.

Seperti bukan berada di jalanan kota di Jawa Timur, jika kita menyusuri Jalan M.H. Thamrin yang dahulunya tanah bekas tanggul, kini warga Bojonegoro bagaikan menyusuri jalanan pinggiran Malioboro Yogyakarta.

Warga yang menyusuri Jalan M.H. Thamrin ini sering menyebutnya dengan nama Maliogoro alias Malioboro versi Bojonegoro.

Baca Juga: Jadi Satu-satunya di Kalimantan Utara, Tambang Emas Ini Malah Bikin Rugi Rp 100 Miliar, Begini Alasannya

Pasalnya, suasana kawasan ikonik Bojonegoro Jawa Timur ini memang mirip dengan Malioboro yang ada di Yogyakarta.

Pemandangan sepanjang jalan di salah satu sudut Bojonegoro ini dipenuhi dengan lampu klasik di pinggiran trotoar dan kursi panjang berjejer dengan rapi menghadap ke arah jalanan.

Suasana hangat dan penuh suka cita akan lebih terasa di jalanan Maliogoro ini apabila dinikmati saat malam hari.

Baca Juga: Dulunya Miskin, Desa Terkaya di Kaltara Ini Sekarang Punya Penghasilan Capai 361,8 Juta Rupiah, Kok Bisa?

Saat malam hari, jalanan Maliogoro ini akan dihiasi dengan cahaya lampu kerlap-kerlip di tengah jalan raya dan lampu yang ada di pinggiran trotoar.

Ditambah dengan banyaknya kuliner street food khas Bojonegoro yang patut dicoba dengan harganya yang ramah di kantong.

Uniknya, meski malam hari mendekati waktu larutnya, jalanan Malioboro ala Bojonegoro ini masih ramai dan hidup.

Baca Juga: Bak Puncak Bogor, Air Terjun Indah Setinggi 109 Meter di Sulawesi Selatan Ini Hanya Pasang Tarif Rp 5000?

Banyak warga Bojonegoro yang sekadar bersantai duduk di pinggiran jalan sambil menikmati minuman dan makanan di pinggir jalan, mulai dari pagi hingga malam hari.

Adapun puncak ramainya kawasan Maliogoro ini mulai dari jam sore hingga malam harinya.

Namun, ternyata di balik kemegahan dan keunikan konsep tata kawasan Jalan M.H. Thamrin ini rupanya biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun tidak sedikit.

Pembiayaan pembangunan jalanan Malioboro ini menelan biaya yang cukup fantastis, tetapi diharapkan kawasan strategis ini akan membangkitkan perekonomian Bojonegoro yang baru pulih pasca pandemi.

Adapun biaya pembangunannya diketahui menyerap anggaran hingga Rp 44,95 miliar.

Detail pembiayaannya meliputi pembangunan saluran drainase, trotoar, tata kota, pengawasan konstruksi, hingga perbaikan jalan sepanjang M.H, Thamrin menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.***

Rekomendasi