

inNalar.com – Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan telah dibangun sejak tahun 2015 dan diresmikan 2 tahun yang lalu.
Peresmian Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan pada tahun 2021 dipimpin langsung oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo.
Bendungan Paselloreng dibangun dengan biaya Rp 771 miliar dan memiliki kapasitas tampungan air mencapai 138 juta meter kubik.
Kapasitas tampungan air yang sangat besar di Bendungan Paselloreng Sulawesi Selatan ini akan digunakan untuk irigasi lahan seluas 8.500 Ha.
Selain itu, keberadaan Bendungan Paselloreng ini juga akan menambah pasokan air di Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional.
Hal tersebut akan dapat menjaga kestabilan pengairan di lahan persawahan yang terjamah oleh Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan.
Bendungan besar yang sudah dibangun sejak tahun 2015 di Sulawesi Selatan ini dapat menyediakan air secara berkelanjutan.
Kapasitas tampungan yang mencapai 138 juta m3 di Bendungan Paselloreng tidak hanya berfungsi sebagai pemasok air sebagai lumbung pangan nasional.
Namun, Bendungan Paselloreng juga berpotensi dalam menjadi sumber air baku sebesar 145 liter/detik untuk 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo.
Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan juga memiliki fungsi lain yang sangat bermanfaat untuk warga sekitar apabila terjadi bencana banjir.
Diketahui bahwa bendungan tersebut dapat menjadi pengendali banjir atau mereduksi banjir hingga 489 m3/detik,
Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan juga menjadi kawasan konservasi air hingga wilayah perairan ikan tawar.
Selain itu, kawasan bendungan berkapasitas 138 juta m3 juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata kebanggaan Sulawesi Selatan.
Dengan biaya pembangunan yang mencapai Rp 771 miliar, Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan telah resmi dapat digunakan sejak tahun 2021.
Bendungan besar sebagai lumbung pangan nasional di Sulawesi Selatan tersebut menghadirkan banyak manfaat bagi wilayah sekitarnya.***