Gandeng Investor Kanada, Kalimantan Utara Akan Bangun Bandara Konsep Hijau dengan Dana 3 Triliun

inNalar.com – Sebagai provinsi yang masih baru berdiri, Kalimantan Utara dinilai masih tertinggal dalam membangun infrastrukturnya.

Hal ini mendorong keinginan pemerintah setempat untuk membangun fasilitas yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satunya adalah proyek pembangunan bandara baru yang memiliki konsep ramah lingkungan atau Green Airport.

Baca Juga: Inilah 5 Rekomendasi Kuliner Yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung Ke Sulawesi Selatan, Lezat dan Bikin Nagih

Dilansir inNalar.com dari laman resmi Pemerintahan Kalimantan Utara, proyek ini melibatkan dua perusahaan yakni PT Whitesky Facility dan Canadian Commercial Corporation.

Pembangunan bandara ini dinilai perlu, mengingat Kalimantan Utara tengah mengembangkan kawasan hijau terbesar di dunia dengan luas 30.000 hektar.

Ditargetkan agar dapat dibangun pada tahun 2024, bandara hijau ini rupanya memiliki investasi 3 triliun Rupiah dari perusahaan Kanada.

Baca Juga: Soal Timnas Adalah Tanggung Jawab Semua Pihak, Pengamat Minta Ada Regulasi Khusus

Perencanaan ini telah disepakati pada event B20 di mana merupakan satu dari 10 Nota Kesepahaman yang dilaksanakan di Bali.

Bandara green airport ini dirancang untuk tidak banyak menghasilkan polusi, serta menggunakan energi utama dari panel surya. 

Ditambah lagi, cara pengelolaan sumber airnya menggunakan teknologi pengelolaan air yang ramah lingkungan atau blue energy.

Baca Juga: Wacana Pemekaran Wilayah Jawa Barat: Siap-siap ada 7 Kabupaten Baru, Bogor Bakal Terpecah?

Sedangkan, pemilihan lokasinya sendiri masih dalam tahap uji kelayakan di mana dapat menjadi konektivitas untuk mengangkut produk kargo.

Bila studi kelayakan ini berhasil, pembangunan bandara hijau ini dipastikan dapat berjalan untuk mengoptimalkan perekonomian Kalimantan Utara.

Bandara ini juga akan menjadi bandar udara pertama di Kalimantan Utara yang mengusung konsep ramah lingkungan atau hijau.

Namun, bandara ini rencananya akan dikhususkan menjadi bandar udara kargo, di mana difokuskan untuk mengirim produk ekspor dan impor dari Kalimantan Utara.

Pembangunan bandara ini dinilai akan meningkatkan perekonomian di Kalimantan Utara, mengingat provinsi ini memiliki berbagai sumber daya alam.

Sebagai penghasil udang terbesar di Indonesia, bandara ini akan menjadi fasilitas yang dapat menunjang kegiatan ekspor produk tersebut ke mancanegara.***

Rekomendasi